Kamis, 21 Juni 2012

Kumpulan Makalah


INSTRUMEN MONETER ISLAM












MAKALAH

Diajukan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto
Guna Memenuhi Tugas Terstuktur:
Mata kuliah : Ekonomi Makro Islam
Dosen Pengampu :  Sugeng Riyadi, SE.MSI




Oleh :
IMA MUKHLISATIN
NIM.072323017





PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
JURUSAN SYARI’AH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PURWOKERTO
2011

A.    Pendahuluan
Suatu otoritas moneter mempunyaipengaruh yang penting walaupun secara tidak langsung terhadap arah tingkat harga, output dan nilai tukar uang suatu Negara. Otoritas moneter, atau bank sentral melakukan hal tersebut melalui kemampuannya dalam mengendalikan penawaran uang dan kredit bank, serta melalui pengaruhnya terhadap tingkat suku bunga, arus kredit dan perkembangan sektor finansial pada sebuah perekonomian.
Pengaruh spesifik yang lain adalah kemampuan bank sentral untuk mengendalikan jumlah maksimum suku bunga yang dapat dibayarkan terhadap jumlah simpanan tertentu kepada bank-bank dan menentukan proporsi saham yang dapat dibeli melalui kredit. Dalam hal-hal tertentu bank sentral dapat mempunyai kekuasaan untuk menyediakan kredit komersial, kredit perumahan dan kredit konstruksi lainnya.
Secara prinsip, tujuan kebijakan moneter islam tidak berbeda dengan tujuan kebijakan moneter konvensional yaitu menjaga menjaga stabilitas dari mata uang (baik secara internal maupun eksternal) sehingga pertumbuhan ekonomi yang merata yang diharapkan dapat tercapai. Stabilitas dalam nilai uang tidak terlepas dari tujuan ketulusan dan keterbukaan dalam berhubungan dengan manusia, hal ini disebutkan dalam QS. Al-an’am:152
B.     Pengertian dan Macam-macam Kebijakan Moneter
a)    Pengertian kebijakan moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan melalui peraturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.[1]
b)   Macam-macam kebijakan moneter
1.    Kebijakan moneter kuantitatif
Beberapa tindakan yang berhubungan dengan kebijakan ini diantaranya adalah sebagai berikut:
a.    Open market operation and discount rate (operasi pasar terbuka dan tingkat diskonto) yaitu tindakan bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dengan cara memperjualbelikan surat-surat berharga. Apabila dirasakan jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral akan menjual surat berharga atau dengan menaikkan suku bunga simpanan pada bank sentral.
b.    Reserve requirement (merubah cadangan minimum)
Suatu bank umum di izinkan beroperasi diwajibkan baginya oleh bank sentral untuk menyetor sejumlah uang dari sekian persen modal atau kekayaan banknya yang diperuntukkan bagi cadangan modal bank tersebut untuk sewaktu-waktu digunakan dalam kondisi tertentu.
2.         Kebijakan moneter kualitatif
Beberapa tindakan yang berhubungan dengan kebijakan ini diantaranya adalah sebagai berikut:
a.    Pengawasan pinjaman selektif
Tindakan bank sentral menentukan jenis pinjaman apa saja yang boleh diberikan dan diwajibkan oleh bank sentral dan mana yang tidak boleh atau harus ketat pemberiannya. Misalnya. Prioritas bagi pengusaha kecil dan ketat untuk kredit yang bersifat konsumtif dan jenis property (jangka panjang)
b.    Pembujukan moral
Tindakan bank sentral yang meminta kepada bank-bank umum agar melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk menstabilkan peredaran uang dan suku bunga agar tetap berada pada tingkat yang wajar, atau bisa juga dengan cara  bank sentral langsung menginformasikan kepada masyarakat agar tidak terpancing isu.[2]
C.  Instrument Moneter Islam
1)   Mazhab Pertama (Iqtishaduna)
Pada masa awal Islam dikatakan bahwa tidak diperlukan suatu kebijakan moneter dikarenakan hampir tidak adanya sistem perbankan dan minimnya penggunaan uang. Jadi tidak ada alasan yang memadai untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap penawaran uang (Ms) melalui kebijakan sebagai suatu intrasi bahwa penawaran uang selalu berubah demikian juga permintaan uang (diskresioner). Selain itu, kredit tidak memiliki peran dalam peranan uang, karena kredit hanya digunakan diantara para pedagang saja serta peraturan pemerintah tentang surat pinjaman dan instrument negosiasi dirancang sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan sistem kredit tersebut menciptakan uang.[3]
Promissory Notes atau Bill of Change dapat diterbitkan untuk membeli barang dan jasa ataupun untuk mendapatkan sejumlah dana segar, namun surat tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk tujuan kredit. Kreditur dapat menjual surat berharga tersebut akan tetapi debitur tidak dapat menjual uang ataupun komoditi sebelum ia menerima surat tersebut. Karena itulah tidak ada pasar uang untuk dijual nagotiabel instrumen, spekulasi dan penggunaan pasar uang menjadi tidak ada. Jadi system kredit tidak menciptakan uang. Aturan-aturan tersebut mempengaruhi keseimbangan antar pasar barang dan pasar uang berdasarkan transaksi tunai. Dalam aturan transaksi Islam lainnya, pada saat komoditi dibeli saat ini sedang pembayaran dilakukan kemudian, uang yang dibayarkan/diterima untuk mendapatkan komoditas jasa. Dengan kata lain, yang dipertukarkan dengan sesuatu yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Transaksi lainnya seperti judi, riba dilarang dalam islam sehingga keseimbangan antara arus uang dan barang/jasa dapat dipertahankan.
2)   Mazhab Kedua (Mainstream)
Tujuan kebijakan moneter yang diberlakukan oleh pemerintah adalah maksimalisasi sumber daya yang ada agar dapat dialokasikan pada kegiatan perekonomian yang produktif. Mazhab ini merancang sebuah instrument kebijakan yang ditujukan untuk mempengaruhi besar kecilnya permintaan uang (Mo) agar dapat dialokasikan pada peningkatan produktifitas perekonomian secara keseluruhan. Permintaan dalam Islam dikelompokan menjadi dua, yaitu motif transaksi dan motif berjaga-jaga. Apabila uang yang ada banyak, maka permintaan uang untuk berjaga-jaga semakin besar. Sedangkan semakin tinggi pajak yang dikenakan terhadap uang yang idle berbanding terbalik dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga.
Apabila permintaan uang yang ditujukan untuk berjaga-jaga meningkat, maka usaha yng dilakukan pemerintah untuk mengembalikan permintaan uang pada titik keseimbangan adalah dengan cara meningkatkan instrumen kebijakan yang dikenakan pada semua asset produktif idle (Dues of Idle Fund). Semakin tinggi Dues of Idle Fund yang dikenakan terhadap uang yang idle akan menyebabkan mansyarakat enggan untuk tetap menyimpan uang yang idle tersebut. Konsekuensinya masyarakat yang mempunyai uang idle akan secara  mengalokasikan kekayaannya pada investasi yang sifatnya produktif.
Instrument Dues of Idle Fund juga dapat digunakan untuk mempengaruhi permintaan agregatif (AI). Kebijakan ini untuk meningkatkan permintaan agregatif untuk mendorong laju pertumbuhan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan cara meningkatkan Dues of Idle Fund. Peningkatan Dues of Idle Fund akan mengalihkan permintaan uang yang disedianya ditujukan untuk penimbunan uang/asset yang produktif kepada tujuan penggunaan uang yang akan meningkatkan produktifitas uang tersebut di sector riil, sehingga investasi akan meningkat yang berdampak pada peningkatan permintaan agregatif (AD), sehingga keseimbangan umum yang baru akan berada pada tingkat pendapatan nasional yang tinggi.
3)   Mazhab Ketiga (Alternatif)
Mazhab ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran ilmiah dari Dr. M. A. Choudury. Sistem kebijakan moneter yang dianjurkan oleh mazhab ini adaah syuratik proses yaitu dimana seluruh kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas sektor riil. Jadi keputusan-keputusan kebijakan moneter yang kemudian dituangkan dalam bentuk instrument biasanya adalah harmonisasi dengan kegiatan sector riil.
D.    Aplikasi Instrument Moneter Islam di Indonesia
Peraturan perbankan syariah yang dikeluarkan pada tahun 1998 yang menggantikan peraturan-peraturan perbankan syariah tahun 1992 telah memungkinkan perkembangan perbankan syariah dengan sangat cepat. Berkembangannya jumlah cabang dari bank syariah baik dari bank umum yang berdasarkan syariah maupun divisi syariah dari bank konvensional, serta meningkatkan kemampuan dalam menyerap dana masyarakat yang terlihat dari dana simpanan pihak ketiga yang tertera di neraca bank-bank syariah tersebut. Hal tersebut mengharuskan Bank Indonesia sebagai bank sentral untuk lebih menaruh perhatian dan lebih hati-hati dalam menjalankan fungsinya, pengawasannya sebagai bank sentral yang bertugas mengawasi bank-bank umum yang ada dibawahnya sekaligus dengan tidak mengganggu momentum pertumbuhan bank-bank syariah tersebut.
Bank Indonesia menjalankan fungsi-fungsi bank sentralnya terhadap bank-bank yang berdasarkan syariah mempunyai instrument-instrument sebagai berikut:
1.    Giro Wajib Minimum
Biasanya dinamakan statutory reserve requirement yaitu, simpanan minimum bank-bank umum dalam bentuk giro pada BI yang besarnya ditetapkan oleh BI berdasarkan presentase tertentu dari dana pihak ketiga. GWM ini adalah kewajiban bank dalam rangka mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip kehati-hatian perbankan serta juga mempunyai peran sebagai moneter yang berfungsi mengendalikan jumlah peredaran uang.
Dalam pelaksanaannya GWM ini besarannya adalah 5% dari dana pihak ketiga yang berbentuk (IDR) rupiah dan 3% dari dana pihak ketiga yang berbentuk dalam mata uang asing. Jumlah tersebut dihitung dari rata-rata harian dalam satu masa laporan untuk periode dua masa laporan sebelumnya. Dana pihak ketiga dalam bentuk:
§  Giro wadiah
§  Tabungan mudharabah
§  Deposito investasi mudharabah
§  Kewajiban lainnya
Dana pihak ketiga dalam IDR ini tidak termasuk dana yang diterima oleh BI dan BPR, sedangkan dana pihak ketiga dalam mata uang asing meliputi kewajiban dalam mata uang asing kepada pihak ketiga termasuk bank dan BI yang terdiri dari:
§  Giro wadiah
§  Deposito investasi mudharabah
§  Kewajiban lainnya
2.    Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank Syariah (Sertifikat IMA)
Adalah suatu instrument yang digunakan oleh bank-bank syariah yang kelebihan dana untuk mendapatkan keuntungan dan dilain pihak sebagai sarana penyedia dana jangka pendek bagi bank-bank syariah yang kekurangan dana.
3.    Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI)
Adalah instrument Bank Indonesia yang sesuai dengan syariah islam yang digunakan yang digunakan dalam OMO. Selain itu, SWBI ini juga dapat digunakan oleh bank-bank syariah yang mempunyai kelebihan.
E.     Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan kebijakan moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang di inginkan melalui peraturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Macam-macam kebijakan moneter yaitu kebijakan moneter kuantitatif dan kebijakan moneter kualitatif. Tindakan yang berhubungan dengan kebijakan moneter kuantitatif adalah Open market operation and discount rate (operasi pasar terbuka dan tingkat diskonto) dan Reserve requirement (merubah cadangan minimum). Sedangkan tindakan yang berhubungan dengan kebijakan moneter kualitatif adalah pengawasan pinjaman selektif dan pembujukan moral. Dalam instrument moneter islam ada tiga mazhab yaitu mazhab pertama (iqtishaduna), mazhab kedua (mainstream), dan Mazhab Ketiga (Alternatif).

















                                     DAFTAR PUSTAKA
Putong, Iskandar. 2003. Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Karim, Adiwarman. 2008. Makro Ekonomi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
www.google.com, pengertian kebijakan moneter, diakses  tanggal 26 oktober 2011


                                  PROSES PERENCANAAN





STAIN








MAKALAH

Disusun dan diajukan guna memenuhi tugas terstruktur:
Mata kuliah  : Pengantar Manajemen
Dosen pengampu  : Drs. Fathul Aminudin Azis, MM




Oleh :
IMA MUKHLISATIN
NIM.072323017




PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
JURUSAN SYARI’AH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PURWOKERTO
2011


A.    PENDAHULUAN
Perencanaan merupakan fungsi pertama dalam fungsi manajemen, mendahului fungsi-fungsi lainnya. Perencanaan terjadi disemua tipe kegiatan. Perencanan adalah proses dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Perbedaan pelaksanaan adalah hasil tipe dan tingkat pelaksanaan yang berbeda pula. Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, karena dalam kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih dibanding fungsi-fungsi yang lainnya. Fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sebenarnya hanya melaksanakan keputusan-keputusan perencanaan. Dari hasil perencanaan adalah tentu saja sebuah rencana/rencana kerja. Rencana yang kita buat haruslah merupakan alternatif yang paling baik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan tanpa adanya rencana atau dengan adanya rencana kerja yang kurang baik maka tujuan tidak akan dapat dicapai dengan efektif dan efisien, sehingga factor-faktor produksi yang ada akan kita pergunakan secara boros. Jadi, rencana kerja tidak lain adalah merupakan penetapan tujuan yang akan dicapai dan pemilihan usaha-usaha yang dapat dilaksanakan tersebut.

B.     PEMBAHASAN
1.    Perencanaan
a.    Pengertian perencanaan
Sebelum manajer dapat mengorganisasi, mengarahkandan mengawasi, mereka harus membuat rencana-rencana yang memberikan tujuan dan arah organisasi. Dalam perencanaan, manajer memutuskan “apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukannya”. Jadi, perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan dating dalam mana perencanaan dan kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat rencana dibuat.
b.    Tahap dasar perencanaan
Salah satu aspek penting perencanaan dalah pembuatan keputusan, proses pengembangan dan penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memcahkan suatu masalah tertentu. Keputusan- keputusan harus dibuat pada berbagai tahap dalam proses perencanaan.
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap berikut:
1.    Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya-sumber dayanya secara tidak efektif.
2.    Merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang akan dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan dating. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa,rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.
3.    Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya atau yang mungtkin menimbulkan masalah.
4.    Mengembangkan rencana untuk pencapaian tujuan. Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai altermatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik diantara alternatif yang ada.

c.    Alasan-alasan perlunya perencanaan
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai:
1.    Protective benefits, yang menghasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalampembuatan keputusan.
2.    Positive benefits, dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
d.   Manfaat dan kelemahan perencanaan
Manfaat perencanaan. Perencanaan mempunyai banyak manfaat. Sebagai contoh, perencanaan, 1) Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan; 2) Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama; 3) Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas; 4) Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat; 5) Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
Kelemahan perencanaan. Perencanaan juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya adalah bahwa 1) pekerja yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata; 2) perencanaan cenderunga menunda kegiatan; 3) perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi; 4) kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual dan pananganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi; 5) ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten.[1]
e.    Langkah-langkah dalam perencanaan
Langkah-langkah pokok dalam membuat suatu rencana yang baik perlu dilakukan oleh pembuat rencana, karena perencanaan merupakan proses dasar bagi oraganisasi untuk memilih sasaran dan bagaimana cara pencapaiannya. Langkah-langkah pokok dalam membuat rencana adalah
a)    Penentuan tujuan yang akan dicapai
b)   Pendefinisian gabungan situasi secara baik
c)    Pendefinisian faktor-faktor yang membantu atau menghambat tujuan-tujuan.
d)   Merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan.[2]
2.    Proses Perencanaan
Proses perencanaan atau planning adalah bagian dari daur kegiatan manajemen yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision making)untuk masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehubungan dengan pokok pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.[3]
Proses perencanaan dapat dilihat pada bagan berikut ini:




                                                                                                                                           





























Perencanaan dimulai dengan misi organisasi. Dari misi organisasi, tujuan organisasi kemudian diturunkan. Tujuan organisasi merupakan kunci efektivitas organisasi. Tujuan mempunyai beberapa fungsi. Pertama, tujuan memberikan dan menyatukan arah kemana organisasi harus bergerak. Melalui tujuan, setiap organisasi memahami kemana organisasi bergerak dan memahami titik tujuan tersebut. Kedua, tujuan dan proses penetapan tujuan akan memperngaruhi perencanaan. Tujuan dan penetapan tujuan yang baik akan menurunkan rencana yang baik pula. Kemudian rencana yang baik akan membantu mewujudkan tujuan masa mendatang yang baik pula. Ketiga, tujuan dapat berfungsi sebagai alat motivasi karyawan. Tujuan yang cukup menantang dan spesifik mampu mendorong karyawan bekerja lebih keras.
Perencanaan organisasi berdasarkan tujuan organisasi,dapat dikelompokan kedalam tiga jenis perencanaan: strategis, taktis dan operasional. Berikut ini jenis rencana, jangka waktu dan pembuat rencana tersebut.
Rencana              Jangka waktu                    Pembuatan
Strategis              Panjang (> 5 tahun)          Manajemen Puncak
Taktis                  Menengah (1-5 tahun)      Manajemen Puncak dan Menengah
Operasional         Pendek (< 1 tahun)           Manajemen Menengah dan Bawah

a.       Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis merupakan rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan strategis. Fokus rencana ini adalah organisasi secara keseluruhan. Rencana strategis dapat dilihat sebagai rencana secara umum yang menggambarkan alokasi sumberdaya, prioritas dan langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis. Tujuan strategis biasanya ditetapkan oleh manajemen puncak. Manajemen puncak menentukan “kemana organisasi harus berada” dalam jangka waktu panjang. Manajer barangkali mempunyai masalah secara tepat berapa jauh (dalam masa depan) perencanaan dapat dilakukan.

b.      Perencanaan Taktis
Perencanaaan taktis ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, yaitu untuk melaksanakan bagian tertentu dari rencana strategis. Rencana ini mempunyai jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan dengan rencana strategis, dan mempunyai fokus yang lebih sempit dan lebih konkrit. Tujuan taktis biasanya diturunkan dari tujuan strategis.
c.       Perencanaan operasional
Perencanaan operasional diturunkan dari perencanaan taktis, mempunyai fokus yang lebih sempit, jangka waktu yang lebih pendek, dan melibatkan manajemen tingkat bawah. Dua jenis rencana operasional: rencana tunggal (sekali tunggal) dan standing plan (dapat dipakai berkali-kali). Rencana tunggal lebih sesuai dipakai untuk mencapai tujuan yang spesifik, yang kemudian dihapuskan setelah tujuan tersebut tercapai. Rencana standing merupakan rencana standar yang lebih sesuai dipakai untuk mencapai tujuan yang muncul berulang-ulang.
1.      Rencana tunggal (sekali pakai)
Contoh rencana tersebut, ketika perusahaan merencanakan ekspansi. Perusahaan kemudian mengembangkan berbagai rencana sekali pakai, seperti pembuatan pabrik baru, penarikan tenaga baru, analisis pemasaran dan lainnya. Beberapa jenis rencana sekali pakai yaitu:program, proyek dan anggaran.
Program, merupakan rencana sekali pakai untuk serangkaian aktivitas yang besar. Program dapat mencakup tujuan, langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan, prosedur, aturan, unit organisasi atau orang yang bertanggung jawab terhadap setiap langkah. Program dibicarakan lebih banyak pada bagian sebelumnya.
Proyek, merupakan bagian dari program dengan cakupan lebih kecil. Penugasan dan target waktu dalam proyek ditentukan dengan jelas.
Anggaran, merupakan rencana yang dinyatakan dalam bentuk angka, dapat berupa angka kuantitas maupun angka unit moneter. Anggaran banyak dibahas dalam pengendalian.
2.      Rencana standing
Jika suatu aktivitas muncul berulang-ulang, satu atau serangkaian rencana dikembangkan untuk mengarahkan aktivitas tersebut.  Rencana standing akan menghemat waktu dan tenaga manajer sebab situasi yang berulang-ulang tersebut diselesaikan dengan rencana yang standar. Beberapa contoh rencana standing adalah kebijakan, prosedur operasional standar, dan aturan.
Kebijakan, merupakan pedoman pengambilan keputusan yang terutama mengarahkan cara berfikir pengambilan keputusan, bukan pada tindakan yang spesifik.
Prosedur, prosedur lebih spesifik dibandingkan dengan kebijakan dan merupakan pedoman yang mengarahkan pada tindakan yang diperlukan. Langkah-langkah yang diperlukan dijelaskan secara terperinci dan biasanya disusun secara kronologis.
Aturan, merupakan pernyataan spesifik apakah suatu tindakan harus dilakukan atau tidak berdasarkan situasi yang ada. Dengan demikian aturan merupakan tindakan itu sendiri, bukan pedoman yang mengarahkan pengambilan keputusan.[4]
                                                                        
C.  KESIMPULAN
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa. Dalam kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap yaitu: Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan, merumuskan keadaan saat ini, mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, mengembangkan rencana untuk pencapaian tujuan. Disamping mempunyai manfaat perencanaanjuga mempunyai kelemahan. Dalam proses perencanaan, perencanaan dimulai dengan misi organisasi. Dari misi organisasi, tujuan organisasi kemudian diturunkan.
Perencanaan organisasi berdasarkan tujuan organisasi,dapat dikelompokan kedalam tiga jenis perencanaan: strategis, taktis dan operasional. Berikut ini jenis rencana, jangka waktu dan pembuat rencana tersebut. Perencanaan Strategis merupakan rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan strategis, dan perencanaaan taktis ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, yaitu untuk melaksanakan bagian tertentu dari rencana strategis sedangkan perencanaan operasional diturunkan dari perencanaan taktis, mempunyai fokus yang lebih sempit, jangka waktu yang lebih pendek, dan melibatkan manajemen tingkat bawah.











DAFTAR PUSTAKA
Gitosidarmo, Indriyo dan Agus Mulyono. 1990. Prinsip Dasar Manajemen. Edisi 3, Yogyakarta: Universitas janabadra.
Handoko, Hani. 1986. Manajemen. edisi 2. Yogyakarta: BPFE.
Hanafi, Mamduh M. 1997. Manajemen. edisi revisi. Yogyakarta: UUP AMP YKPN.
http://www.businessdictionary.com, Pengertian Proses Manajemen, pada tanggal 03 Oktober 2011


[1] Hani Handoko, Manajemen, edisi 2, (Yogyakarta: BPFE,1986), hal.77-81
[2] Indriyo Gitosidarmo dan Agus Mulyono, Prinsip Dasar Manajemen, (Yogyakarta: Universitas janabadra, 1990), hal.74-75.
[3] http://www.businessdictionary.com, Pengertian Proses Manajemen, pada tanggal 03 Oktober 2011
[4] Mamduh M. Hanafi, Manajemen, edisi revisi, (Yogyakarta: UUP AMP YKPN, 1997), hal.118-122


1 Konsep-konsep dasar manajemen
a.konsepmanajemen
b.Prinsip-prinsip manajemen dalam islam:
a.       Prinsip amar ma’ruf nahi munkar
setiap muslim wajib melakukan perbuatan yang ma’ruf [terpuji] dan menjauhi perbuatan yang munkar [keji]. Hal tersebut sesuai dengan firman Alloh:
”Hendaklah ada diantara kamu umat yang menyeru kepada kebaikan menyeru kepada kebajikan menyuruh perbuatan yang ma’rufdan mencegah perbuatan keji”(Qs Ali Imron: 104)
untuk melaksanakan prinsip tersebut ilmu manajemen harus dipelajari dan dilaksanakan secara sehat, baij secara bijak maupun ilmiah.
b.      Kewajiban mmenegakan kebenaran
Ajaran islam adalah metode ilahi untuk menegakan kebenaran dan menghapus kebatilan dan untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera serta diridhoi tauhan. kebenaran menurut norma Islam tersirat dalam firman Allih yaitu:
                  ” kebenaran itu dari tuhan mu, karma jangan engkau termasuk salah seorang yang ragu-ragu”(Qs Ali imron:60)
      manajemen sebagai suatu metode pengolahan yang baik dan benar, untuk menghindari kesalahan.menegakan kebenaran adalah metode Alloh yang harus ditaati manusia dengan kata lain manajeman yang disusun oleh manusia untuk menegakan kebenaran adalah wajib.
c.       Kewajiban menegakan keadilan
            Kewajiban menegakan keadilan tersirat dalam firman Alloh yaitu:
”jika kamu menghukum diantara manusia, hendaknya kamu menghukumi secara adil”(Qs Ann-Nisaa:58)
d.      Kewajiban menyampaikan amanah
            Kewjiban menyampekan amanat tersirat dalam firman Alloh, yatu:
”sesungguhnya Alloh memerintahkan kamu untu menyampekan amanat kepada yang berhak menerimanya”(Qs An Nisaa:58)
      seoarang manajer adala pemegang amanat dari pemegang sahamnys, yang wajib mengelolal perusahaan dengan baik sehingga menguntunkan pemegang saham dan memuaskan konsumen.
c pekembangan teori manajemen serta msdzab dan tokoh-tokohnya:
a.       Peerkembanagn teori manajemen
·   Teori manajemen kuno
Smpai tinkat tetentu manajrmrn telah dipraktekan oleh masyarakat kuno.Contoh bangsa mesir bias membuat pirmida. Bangunan yang kompleks hanya bis diselessaikan dengan koordinasi ang baik. Kekaisaran romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelasdan sangat membantu komunikasi dan pengendalian. Konsep konsep manajemen juga sering dibicarakan filosof yunani atau arab(Islam) abad pertengahan.
·   Teori manajemen klasik
   Pendahulu teori manajemen klasik:
1)      Robert owen (1771-1858)
Ia merupakan manajer pabrik kapas di inggris.pad saat kondisi kerja pabrik buruk, ia memperbaiki kondisi kerja para pekerjanya.karna menganggap pekerja sangat berperan penting dan merupakan sumber daya prusahaaan.yang ia lakukan adalh mengurangi jam kerja, 15jam menjadi 10,5jam/hari. Menolak pekerja dibwah 10th membuat rumah dan menyediakan took murah bagi pera pekerja. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan keuntungan.padhal manjer lain lebih senang melakukan investasi pada sisi tekhnis seperti mesin.
Ia juga memperkenalkan system penilaian terbuka sehingga manajer bias melokalisir masalah yang ada dengan cepat.selain itu para [ekerja yang berprestasi juga bangga.cara semacam ini mendorong system feedback yang dibicarakan pada masa berikutnya.
2)      Charles babbage(1792-1871)
Ia merupakan frofesor inggris. Engan latar belakang kuantitatifnya, ia percaya bahwa [rinsi-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi.kontribusinya adalah bukunya  on the economy of machinery and manufactures. Ia menganjurkan pembagian kerja (division of labor)  sehinggga kerja setiap pabrik  bias dianalisis secara terpisah. Sehingga training lebih murah. Pekerjaan yang dilakukan secara berulang ulang akn memmbuat pekerja terampil dan berarti semakin efesien.menurunya metode kuantitatif bias digunakan untuk menganalisis persoalan perusahaan seperi mengefesienkan bahan baku.
·   Teori manajemen ilmiah
a. Fredick winslow tailor (1856-1915)
Ia disebut bapak manajemen ilmiah.ia memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setisp pekerjaan (time and motion study).ia memperkenalkan system pembayaran differential (different rate system) karyawan akan memperoleh kenaikan upah jika berhasil melampaui standar yang ditentukan.  Kenaikan upah dihitung berdasarkan perkiraan keuntungan perusahaan karena kenaikan hasl produksi.dengan cara ini upah menjadi fire karena ditentukan secara ilmiah.namun teorinya dikecam salah sasunya denga aksi pmogokanpada sebuah pabrikwatertwon arsenal di amerika serikat karma ada kekhawatiran jika perusahaan memakai tepri tailor para pekerja takut diberhentikan. Karyanya adalah sho management san the principles of scientific management.
b.frank BGilbert (1868-1924) dan lilian gilberth (1878-1972)
metode kerjanya mengurangi pergerakan fisik dari 18 jenis menjadi 5 jenis dan meningkatkan output 200-300 persen.sukses tersebut mengarahnya pada study gerak dan kelelahan.pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. Lilian gilbert memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia.dan percaya bahwa tujuan akhir manajemen adalah membantu pekerja mencape potensi sepenuhnya sebagai seorang manusia. Keduanya megembangkan rencana promosi tiga tahap yaitu: menyiapka promosi, melakukan pekerjaan, melatihh calon pengganti.
c. henry L gantt (1861-1919)
ia memperbaiki metode penggajian taylor karma dianggap kurang memotivasi pekerja. Setiap pekerja dapat menyelesaikan beban kerja hari itu akan menerima 50-cents. Pengawas akan menerima bonus untuk setiap pekerja yang memenuhi standar kerja pada hari itu. Dengan insentif semacam itu pengwas diharpkanakan melatih pekerja dengan baik. Ia juga memperkenalkan penilaian system terbuka yang merupakanide own.kemajuan pekerja dicatat dalam kotak warna hitam dan merah bila tidak memenuhi standar . bagan gantt kemudian popular dan digunakan untuk perencanaan yaitu mencatat jadwal pekerjaan tertentu.
d.henry fayol (1841-1925)
   prinsip-prinsip manajemen yang efektif menurut fayol adalah sebagai berikut:
Ø Asas pembagian kerja
Ø Asas wewenang dan tanggung jawab
Ø Asas disiplin
Ø Asa kesatuan perintah
Ø Asas kesatuan jurusan atau arah
Ø Asas kepentingan umum diatas kepentingan pribadi
Ø Asas pembagian gaji yang wajar
Ø Asas pemusatan wewenang
Ø Asas hierarki atau asas rantai berkala
Ø Asas keteraturan
Ø Asas keadilan
Ø Asas inisiatif
Ø Asas kesatuan
Ø Asas kestabilan masa jabatan
Ø Asas kerja tim
b.madzab dan tokoh-tokoh manajemen:
   menurut G.R. terry mazhab- mazhab manajemen adalah:
  1. mazhab manajemen berdasarkan kebiasan (management by custom school )
                  yaitu mengambil segala kebijakan berdasarkan atas kebiasaan yang telah dilakukan pihak lain.sehingga tidak menimbulkan kreasi-kreasi baru dan menghilangjan daya fakir dan kreativitas.
  1. mazhab manajemen ilmiah (scientific manajemen school)
yaitu penyelesaian masalah dandan keputusan yang diambil berdasarkan atas analisis ilmiah sehingga penyelesaian dan keputusan itu logis rasional dan baik.
  1. mazhab perilaku (behaviour school)
topik-topik yang dipersoalkan adalah perilaku manusia ilmu jiwa social, komunikasi dan keinginan manusia itu. Manajerr melakukan wewenang kepemimpinanya harus lebih mengetahui perilaku, keinginan, dan kebutuhan para bawahan.
  1. mazhab social (the social school)
mazhab social menentukan interaksi dan kerja sama manusia yang secara bersama-sama membentuk suatu entitas social.
  1. mazhab manajemen system ( system management school)
intisari dari mazhab ini adalah system-sistem.untuk memenuhi tuntutan efesiensi dan efektivites kerja setiap petugas diperlikan adanya system kerja yang up to date tepat guna serta sesuai dengan kondisi setempat.
  1. mazhab manajemen berdasarkan keputusan (desicionsamanagement school)
menurut mazhab ini pengambilan keputusan merupakan tugas utama seorang manajer.
  1. mazhap pengukuran kuantitatif (Quantitative measure)
menurut mazhab ini manajemen adalah sebuah entitas logis yang tindakan-tindakannya dinyatakan dalam bentuk symbol-simbol,Hubungan-hubungan matematis dan data yang dapat diukur.
  1. mazhap proses manajemen (management process)
menurut mazhab ini manajemen merupakan serangkaian aktivitas yang terdiri dari sub-subaktivitas tertentu, yang dialkukan dlam fungsi-fungsi manajemen yang merupakan sebuah proses manajemen.
  1. mazhab manajemen menurut keadaan (contingency management school)
mazhab ini melihat kemungkinan peristiwa yang mungkin terjadi merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan didalam mempelajari organisasi dan manajemen. Suatu cara pemikiran secara filosofis tersebut merupakan cara pemikiran mengenai usaha-usaha manusia yang kompleks. Cara tersebut memberikam pengenalann terhadsap bekerjanya suatu organisasi dan manjemenya dan menekankan pengertian hubungan timbal balik antara bermacam macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
D. manajemen fungsi usaha
2. perencanaan dalam manajemen.
a. dasar- dasar perencanaan.
     Semua kegiata perencanaan pada dsarnya melalui empat tahap, yaitu:
  1. menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
  2. merumuskan keadaan saat ini
yaitu pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak dicapai dan sumber daya yang tersedia untuk pencaoaian tujuan. Tahap ini memerlikan informasi keuangan dan data statistic.
  1. mengidentifikasi segala kemudahan da hambatan.
Yaitu dengan mengetahuii factor-faktor intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuan.
  1. mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.
Tahap terakhir dalam proses perencanaanmeliputi pengenbangan berbagai alternative kegiatan untuk pencapaian, penilaian alternative tersebur dan pemilihan dan pemilihan alternative yang terbaik diantara alternative yang ada.
b.Tujuan organisasi
   tujuan organisasi adalah pernyataan tentang keadaan atau situasi yang tidak terdapat           sekarang  tetepi dimaksudkan untuk dicapai diwaktu yang akan datang melalui kegiatan kegiatan organisasi.unsur penting tujuan adalah hasil-hasil akhir yang diinginkan diwaktu mendatang dengan mana kegiatan-kegiatan sekarang diarahkan. Tujuan umum (strategik) secara oprasional idak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu kedalam tujuan-tujuan khusus yang lebih terperinci sesuai dengan jenjang manajemen sehingga membentuk suatu hirarki tujuan. Tujuan khusus meskipun secara fungsional berdidi sendiri secara operasional terangkai disalam suatu jaringan kegiatan yang memiliki arah sma yaitu memberikan pedoman pencapaian tujuan organisasi.tujuan straregik organisasi merupakan tahap paling kritis dalam prses perencanaan strategic, karean akan menetukan kegiatan dan mengikat sumber daya organisasi untuk jangka waktu yang panjang. Karenanya tujuan strategic sering ditetapkan oleh para manajer puncak dengan mempertimbangkan sejumlah alernatif tujuan.
c.pembuatan keputusan
   pembuatan keputusan dapat didefinisikan sebagai penentuan serangkaian kegiatanuntuk mencapai hasil yang diinginkan. Ada dua tipe pembuatan keputusan yaitu:
1)      keputusan yang di program
adlah keputusan yang dibuat menurut kebiasan aturan atau prosedur.
2)      keputusan yang tidak deprogram
      adlah keputusan yang berkenaan dengan msalah yang harus ditangani secara      khusus.
Tingkat ketidak pastian dalam berbagai situasi akan berbeda-beda oleh karena itu manajer akn menghadaoi tiga macam situasi yaitu:
1)      dalam kondisi kepastian, para manajer mengetahui apa yang akan terjadi  diwaktu yang aka datang, karena tersedia informasi yang akurat, terpercaya dan dapat diukur sebagai dasar keputusan.
2)      Dalam kondisi resiko, manajer mengetahui besarnya probabilitas, tatapi informasi lengkap tidak tersedia.
3)      Dalam kondisi ketidak pastian,manajer tidak mengetahui probabilitas bahkan mmungkin tidak mengetahui hasil-hasil.
Proses pembuatan keputusan:
Tahap 1: pemahaman dan perumusan masalah.
Langkah pertama bila manajer akan memperbaiki situasi adalah menemukan       apa masalah yang sebenarnya kemudian menentukan bagian masalah yang mereka harus pecahkan dan bagian bagian mana yang seharusnya dipecahkan. Cara mengidentifikasi masalah yaitu pertama, manajer secara sistematik menguji sebab akibat. Kedua, manajer mencari perubahan perubahan dan berkonsultasi dengan fihak fihak lain.
Tahap 2 : pengumpulan dan analisa data yang relevan dalam membuat keputusan
Tahap 3 : pengembangan alternatif-alternatif.
Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer menolak kecenderungan untuk membuat keputusan terlalu cepat dan membuat lebih mungkin pencapaian keputusan yang efektif.
Tahap 4: evaluasi alternatif. Efektivita alternatif dapat diukur dengan dua criteria yaitu apakah alternative realistic bila dihubungkan dengan tujuan dan sumber daya organisasi dan seberapa baik alternative akan membantu pemecahan masalah.
Tahap 5: pemilihan alternative terbaik. Alternative terpilih akan didasarkan pada jumlah        informasi yang tersedia bagi manajer dan ketidaksempurnaan manajer.
Tahap 6:implementasi keputusan, implementasi keputusan menyangkut  lebih dari sekedar pemberian perintah. para manajer harus membuat rencana rencana untuk mengatasi berbagai persyaratan dan masalah yang mungkin dijumpai dalam penerapan keputusan. Menetapkan anggaran schedule kegiatan mengalokasikan sumberdaya yang diperlukan serta menugaskan tanggung jawab dan wewenang pelksanaan tugas-tugas tertentu selain itu manjer juga menetapkan prossrdur laporan kemajuan periodic dan mempersiapkan tindakan korektif bila masalah baru muncul dalam pelaksanaan keputusan serta merancang system peringatan dini untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Tahap 7 : evaluasi hasil-hasil keputusan., yaitu dengan memonitor secara terus menerus.
3. Pengorganisasian
a. Dasar-dasar pengorganisasian
b. struktur organisasi (disain organisasi)
            adalah mekanisme-mekanisme formaldengan mana organisasi dikelola yang menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetep hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang dan tugas yang berbeda dalam suatu organisasi.
Factor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu:
Ø  Strategi organisasi untuk mencapai tujuan. Struktur mengikuti strategi, strategi akan menjelaskan bagai mana aliran wewenang dan sluran komunikasi dapat disusundiantara para manajer dan bawahan.
Ø  Tekhnologi yang digunakan. Perbedaan tekhnologi yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa akan membedakan bentuk struktur organisasi.
Ø  Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
Ø  Ukuran organisasi, semakin besar ukuran organisasi, struktur organisasi akan semakin kompleks dan harus dipilih bentuk struktur yang tepat.
Unsur-unsur struktur organisasi :
Ø  Spesialisasi kegiatan beerkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian tugas) dan penyatuan utgas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja ( departementalisasi ).
Ø  Standarisasi kegiatan, merupakn prosedur-prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin terlaksannya kegiatan seperti yang direncanakan.
Ø  Koordinasi kegiatan, menunjukan prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi.
Ø  Sentralisasi dan desentralisasi prembuatan keputusan, yang menunjukan lokasi kekuasaan pembuatan keputusan.
Ø  Ukuran satuan kerja menunjukan jumlah karyawan dalam satuan kerja.
c.  Koordinasi (coordination)
      Adalah proses penintregasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efesien. Mekanisme-mekanisme dasar untuk pencapaian koordinasi adalah komponen komponen vital manjemen yaitu:
Ø  Hirarki manajerial. Rantai perintah, aliran informasi dan kerja, wewenang formal, hubungan tanggung jawab dan akuntabilitas dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskansecara jelas serta dilaksanakan dengan pengarahan yang tepat.
Ø  Aturan dan prosedur, yaitu keputusan keputusan manjerial yang dibuat untuk menangani kejadian-kejadian rutin, sehingga dapat pula menjadi peralatan yang efesien untuk koordinasi dan perawatan rutin.
Ø  Rencana dan penetapan tujuan yaitu untuk pengorganisasian melalui pengarahan seluruh satuan organisasi terhadap sasaran yang sama jika aturan dan prosedur tidak mampu lagi memproses seluruh informasi yang diperlukan untuk mengkoordinasikan kegiatan kegiatan satuan organisasi.
Bila pengorganisasian dasar tidak mencukupi maka koordinasi potensial dapat dilakukan dalam dua cara:
1.Sistem informasi vertical yaitu peralatan melalui mana data disalurkan tingkatan-  tingkatan organisasi. System informasi manajemen dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan organisasi atau perusahan untuk meningkatkan informasi yang tesedia bagi perencanaan koordinasi dan pengawasan.
2.Hubungan-hubungan lateral (horiczontal)
   Melalui pemotongan perintah hubungan ini  membiarkan informasi dipertukarkan an membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan yang dibuat pada tingkatan hirarki yang dibutuhkan ada.
d. Wewenang dan delegasi
            Wewenang merupakan hak untuk melakukan sesuatu atau memerintahkan orrang lain untuk melakukan sesuatu guna mencapai suatu tujuan.sedangkan pendelegasian adalah proses melimpahkan wewenang kepada orang lain. Pendelegasian wewenang merupakan suatu factor yang vital karena:
Ø  Menetapkan hubungan organisatoris formal diantara  anggota badan usaha
Ø  Memberikan kekuasaan manajerial
Ø  Mengembangkan potensi bawahan
Untuk melawan kecendrungan yang menolak mendelegasikan wewenang, seorang manajer harus:
Ø    Mengakui perlunya pendelegasian
Ø    Menciptakan suatu cara untuk mengetahui apa yang sedang terjadi
Ø    Menentukan jenis pengambilan keputusan yang akan didelegasikan
Ø    Memilih dengan seksama mereka yang akan menerima delegasi tersebut
Ø    Membantu orang yang menerima pendelegasian wewenang
4 Pengarahan dan Pengembangan Organisasi
a. Motivasi
  Teori-teori  motivasi:
1.      teori-teori petunjuk, mengemukakan bagaimana memotivasi karyawan teori ini didasarkan atas pengalaman coba-coba
2.      teori-teori isi atau teori kebutuhan adalah berkenaan dengan pertanyaan apa penyebab-penyebab prilaku atau memusatkan pada pertanyaan apa dari motivasi
3.      teori-teori proses berkenaan dengan bagaimana prilaku dimulai dan dilaksanakan atau menjelaskan bagaimana dari motivasi
Model-model teori motivasi:
  1. model tradisional (fredick taylor) mengisyaratkan bahwa manajer menentukan bagaimana pekerjaan harus dilakukan dan digunakan system pengupahan intensive untuk memotivasi para pekerja lebih banyak berproduksi lebih banyak menerima penghasilan.
  2. model hubungan manusiawi (Elton mayo) menemukan kebosanan dan tugas yang bersifat pengulangan dapat mengurangi motivasi dan manajer dapat memotivasi bawahannya melalui pemenuhan kebutuhan social dan membuat mereka merasa  berguna dan penting, karyawan diberi kebebasan untuk mengambil keputusan dalam bekerja dan lebih banyak informasi disediakan untuk karyawan tentang perhatian manajer dan operasi organisasi.
  3. model sumber daya manusia ( Mc gregor dan Maslow) menyatakan para karyawan dimotivasi oleh banyak factor seperti kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti.
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melekukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.
b. Komunikasi organisasi
            Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain Raymon velesikar mengemukakan factor yang mempengsruhi efektivitas komunikasi organisasi yaitu:
1.      Saluran komunikasi formal yaitu melalui dua cara, pertama, liputan saluran formal semakin melebar sesuai perkembangan dan pertumbuhan organisasi contoh, komunikasi efektif biasanya semakin sulit dicapai dalam organisasi yang besar dengan cabang-cabang yang melebar. Kedua, saluran komunikasi formal dapat menghambat aliran informasi antar tingkat-tingkat organisasi.
2.      Struktur wewenang dan organisasi perbedaan kakuasaan dan status menentukan pihak-pihak yang berkomunikasi dengan seseorang serta isi dan ketepatan komunikasi.
3.      Spesialisasi jabatan.
4.      Pemilikan informasi.
5.      Jaringan komunikasi dalam organisasi.
Bentuk-bentuk komunikasi timbul dengan berbagai maksud seperti:
1.      permenuhan kebutuhan manusiasi,seperti kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain
2.      perlawanan terhadaphal-hal monoton dan membosankan
3.      pelayanan sebagai sumber informasi hubungan pekerjaan yang tidak disediakan saluran-saluran formal
hambatan-hambatan terhadap komunikasi efektif:
1.hambatan-hambatan organisasional yang terdiri:
Ø  tingakatan hirarki, semakin besar dan berkembangnya struktur organisasi semakin banyak masalah yang timbul dalam omunikasi, karena melewati jenjang yang lebih tinggi dan memerlukan waktu yang lebih lama.
Ø  Wewenang manajerial, manajer tidak selamanya menerima berbagai hal yang membuat mereka kelihatan lemah dan bawahan menghindari situasi dimana mereka harus mengungkapkan informasi yang beresiko dan tidak menguntungkan hal tersebut nenimbulkan kesenjangan komunikasi.
Ø  Spesialisasi, perbedaan fungsi, kepentingan dan istilah pekerjaan membuat mereka merasa hidup didunia yang berbeda. Akibatnya menghalangi perasaaan bermasyarakat, membuat sulit memahami, dan mendoroong terjadinya kesalahan-kesalahan.
2.hambatan-hambatan pribadi seperti:
Ø  Persepsi selejtif, pengharapan yang mengarah seseoranguntuk melihat kejadian, orang, objek atau situasi adalah sesuatu yang ingin dillihat atau didengar.
Ø  Status komuniaktor, kecendrungan untuk menilai siapa yang menyampaikan informasi
Ø  Keadaan membela diri
Ø  Pendengaran lemah
Ø  Ketidaktepatan penggunaan bahasa
Peningkatan efektifitas komunikasi efektif:
Ø  Kesadaran akan komunikasi efektif
Ø  Penggunaan umpan balik
Ø  Menjadi komunikator yang lebih efektif
Ø  Memegang pedoman komunikasi yang baik
c. kepemimpinan dan kekuasaan
Kepemimpinan adalah proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya (Stoner). Implikasi dari definisi kepemimpinan:
a. kepemimpinan menyangkut bawahan
b.kepemimpinan menyangkut pembagian kekuasaan yang tidak seimbang antara pemimpin dan anggota.
c. Kepemimpinan selain mengarhakan juga dapat memberi pengaruh
Sifat-sifat kepemimpinan (Edwin ghiselli):
a. Mampu mengarahkan dan mengawasi
b.Tanggung jawab
c. Cerdas, tegas, percaya diri dan inisiatif
Fungsi-fungsi kepemimpinan, yaitu pemberi saran penyelesaian, informasi dan pendapat. Membantu kelompok berjalan lancar, persetujuan dengan kelomppok lain dll.
Gaya  kepemimpinan, pertama gaya dengan orientasi tugas yaitu hanya mengarahkan dan mengawasi sera menjamin tugas dilaksankan sesuai dengan yang di inginkan, yang kedua,orientasi karyawan, yitu lebih memotivasi daripada mengawasi bawahan.
d. manajemen konflik
konflik organisasi  adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota maupun kelompok  dalam organisasi. Penyebab konflik:
a. Komunikasi: salah pengertian, bahasa informasi yang tidak lengkap dan tidak konsistenya manajer
b.Struktur: pertarungan kekuasaan antar departemen dengan system penilaian yang bertentangan, saling ketergantungan antar kelompok kerja dalam mencapai tujuan
c. Pribadi,  perbedaan dalam nilai atau persepsi, tidak sesuainya tujuandengan perilaku yang diperankanpada jabatan mereka.
Jenis-jenis konflik:
a.  Konflik dalam individu
b. konflik antar individu
c.  konflik antar individu dan kelompok
d.              konflik antar kelompok dalam satu organisasi
e. konflik antar organisasi
metode stimulasi konflik meliputi:1) penempatan orang luar kedalam kelompok, 2)penyusunan kembali organisasi, 3) penawaran bonus pembayaran intensif, dan penghargaan untuk mendorong persaingan, 4) pemilihan manajer yang tepat, 5)perlakuan yang berbeda dari kebiasaan.
Metode pengurangan konflik meliputi: 1)mengganti tujuan yang menjadi konflik agar diterima dua kellompok, 2)mempersatukan kelompok untuk menghadapi musuh yang sama.
metode penyelesaian konflik:
dominasi dan penekanan melalui kekerasan, penenangan, penghindaran dan voting
kompromi, mencari jalan tengah
Pemecahan masalah integrative, melalalui tekhnik-tekhnik pemecahan masalah yaitu, consensus,konfrontasi yaitu dengan mengemukakan pendapat,penggunaan tujuan-tujuan yang lebih tinggi.
Konflik lini, memandang: staf melngkahi wewenang, staf tidak memberi nasihat,staf menumpang keberhasilan lini,staf memiliki pandangan sempit
Pandangan staf :lini kurang memanfatkan staf, lini menolak gagasan-gagasan baru, lini memberikan wewenang terlalu kecil pada staf.
Penaggulangan konflik lini dan staf:tanggung jawab lini dan staf harus ditegaskan, mengintegrasikan kegiatan lini dan staf, mengajarkan lini untuk menggunakan staf, mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil hasil.
5 Proses pengawasan
a. dasar-dasar pengawasan
      Pengawasan adalah prosesmenjamin bahwa tujuan-tujuan manajemen dan organisasi tercapai.
Tipe tipe pengawasan:
Pengawasan pendahuluan, mengantisipasi masalah dan memungkinkan koreksi dibuat sebeum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
Pengawasan yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan, dimana suatu prosedur harus disetujui dahullu sebelum kegiatan di lanjutkan.
Pengawasan umpan balik, pengawasan yagn dilakukan setelah kegiatan terjadi.
b. metode pegawasan
1)metode pengawasan non kuantitatif
      yaitu mengawasi keseluruhan performance organisasi dan sebagian besar mengawasi karyawan.tekhnik-tekhniknya meliputi,1) pengamatan, 2) inspeksi teratur dan langsung, 3) pelaporan lisan dan tertulis, 4) evaluasi pelaksanaan, 5) diskusi antar manajer dan bawahan.
2) metode kuantitaatif
      metode yagn cenderung menggunakan data khusus dan metode kuantitatif untuk mengukur memeriksa kuantitas dan kualitas keluaran. Metode-metode kuantitatif meliputi: 1) anggaran, 2) audit, 3) analisa break even yaitu peralatan yagn digunakanuntuk menjelaskan hubunganbiaya volume dan laba, 4) analisa rasio, 5) bagan dan tekhnik yang berhubungan dengan waktu dan pelaksanaan kegiatan.  
c. manajemen berdasarkan sasaran (MBO)
            Penerapan MBOadalah untuk mencapai efesiensi operasi seluruh organisasi melalui  operasi yagn efesien dan integrasi bagian bagianya.
Unsure- unsur MBO:
a. komitmen pada program
b.penetapan manajemen puncak
c. tujuan-tujuan perseorangan
d.                  partisipasi
e. otonomi dalam mplementasi rencana
f. peninjauankembali prestasi
kelebihan MBO:
a.memungkinkan individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka
b.membantu dalam perencanaan dengan membuat para manajer menetapkan tujuan dan sasaran
c.memperbaiki komunikasi antar manajer dsan bawahan
d.membuat individu lebih memusatkan perhatianya pada tujuan organisasi
e.membuat proses evaluasi lebuh dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu.
Masalah pokok yang harus dikendalikan agar program MBO sukses:
a.gaya dan dukungan manajemen
b.penyusutan dan perubahan
c.deskripsi jabatan
d.penetapan dan pengkoordinasian tujuan
Tahap pokok yang diperlukan manajer yang terlibat dalam program:
a.mendidikk dan melatih manajer
b.merumuskan tujuan secara jelas
c.menunjukan komitmen manajemen puncak secara continue
d.membuat umpan balik efektif
e.mendorong partisipasi     
















































[1] www.google.com, pengertian kebijakan moneter, diakses  tanggal 26 oktober 2011
[2] Iskandar Putong, Ekonomi Mikro dan Makro, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003), hal. 231.
[3] Adiwarman karim, Makro Ekonomi Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar