INSTRUMEN
MONETER ISLAM
MAKALAH
Diajukan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto
Guna Memenuhi Tugas Terstuktur:
Mata kuliah : Ekonomi Makro Islam
Dosen Pengampu : Sugeng Riyadi,
SE.MSI
Oleh :
IMA MUKHLISATIN
NIM.072323017
PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
JURUSAN SYARI’AH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PURWOKERTO
2011
A.
Pendahuluan
Suatu otoritas moneter
mempunyaipengaruh yang penting walaupun secara tidak langsung terhadap arah
tingkat harga, output dan nilai tukar uang suatu Negara. Otoritas moneter, atau
bank sentral melakukan hal tersebut melalui kemampuannya dalam mengendalikan
penawaran uang dan kredit bank, serta melalui pengaruhnya terhadap tingkat suku
bunga, arus kredit dan perkembangan sektor finansial pada sebuah perekonomian.
Pengaruh spesifik yang lain adalah
kemampuan bank sentral untuk mengendalikan jumlah maksimum suku bunga yang
dapat dibayarkan terhadap jumlah simpanan tertentu kepada bank-bank dan
menentukan proporsi saham yang dapat dibeli melalui kredit. Dalam hal-hal
tertentu bank sentral dapat mempunyai kekuasaan untuk menyediakan kredit
komersial, kredit perumahan dan kredit konstruksi lainnya.
Secara prinsip, tujuan kebijakan
moneter islam tidak berbeda dengan tujuan kebijakan moneter konvensional yaitu
menjaga menjaga stabilitas dari mata uang (baik secara internal maupun
eksternal) sehingga pertumbuhan ekonomi yang merata yang diharapkan dapat
tercapai. Stabilitas dalam nilai uang tidak terlepas dari tujuan ketulusan dan
keterbukaan dalam berhubungan dengan manusia, hal ini disebutkan dalam QS.
Al-an’am:152
B.
Pengertian dan
Macam-macam Kebijakan Moneter
a)
Pengertian kebijakan
moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat
berjalan sesuai dengan yang di inginkan melalui peraturan jumlah uang yang
beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan
harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.[1]
b)
Macam-macam
kebijakan moneter
1.
Kebijakan
moneter kuantitatif
Beberapa tindakan yang berhubungan dengan kebijakan ini diantaranya
adalah sebagai berikut:
a.
Open market
operation and discount rate (operasi pasar
terbuka dan tingkat diskonto) yaitu tindakan bank sentral untuk mempengaruhi
jumlah uang yang beredar dengan cara memperjualbelikan surat-surat berharga.
Apabila dirasakan jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral
akan menjual surat berharga atau dengan menaikkan suku bunga simpanan pada bank
sentral.
b.
Reserve
requirement (merubah
cadangan minimum)
Suatu
bank umum di izinkan beroperasi diwajibkan baginya oleh bank sentral untuk
menyetor sejumlah uang dari sekian persen modal atau kekayaan banknya yang
diperuntukkan bagi cadangan modal bank tersebut untuk sewaktu-waktu digunakan
dalam kondisi tertentu.
2.
Kebijakan
moneter kualitatif
Beberapa tindakan yang berhubungan dengan kebijakan ini diantaranya
adalah sebagai berikut:
a.
Pengawasan
pinjaman selektif
Tindakan bank sentral menentukan jenis pinjaman apa saja yang boleh
diberikan dan diwajibkan oleh bank sentral dan mana yang tidak boleh atau harus
ketat pemberiannya. Misalnya. Prioritas bagi pengusaha kecil dan ketat untuk
kredit yang bersifat konsumtif dan jenis property (jangka panjang)
b.
Pembujukan
moral
Tindakan bank sentral yang meminta kepada bank-bank umum agar
melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk menstabilkan peredaran uang dan
suku bunga agar tetap berada pada tingkat yang wajar, atau bisa juga dengan
cara bank sentral langsung
menginformasikan kepada masyarakat agar tidak terpancing isu.[2]
C.
Instrument
Moneter Islam
1)
Mazhab Pertama (Iqtishaduna)
Pada masa awal Islam dikatakan bahwa tidak diperlukan suatu
kebijakan moneter dikarenakan hampir tidak adanya sistem perbankan dan minimnya
penggunaan uang. Jadi tidak ada alasan yang memadai untuk melakukan
perubahan-perubahan terhadap penawaran uang (Ms) melalui kebijakan sebagai
suatu intrasi bahwa penawaran uang selalu berubah demikian juga permintaan uang
(diskresioner). Selain itu, kredit tidak memiliki peran dalam peranan uang,
karena kredit hanya digunakan diantara para pedagang saja serta peraturan
pemerintah tentang surat pinjaman dan instrument negosiasi dirancang sedemikian
rupa sehingga tidak memungkinkan sistem kredit tersebut menciptakan uang.[3]
Promissory Notes atau
Bill of Change dapat diterbitkan untuk membeli barang dan jasa ataupun
untuk mendapatkan sejumlah dana segar, namun surat tersebut tidak dapat
dimanfaatkan untuk tujuan kredit. Kreditur dapat menjual surat berharga
tersebut akan tetapi debitur tidak dapat menjual uang ataupun komoditi sebelum
ia menerima surat tersebut. Karena itulah tidak ada pasar uang untuk dijual
nagotiabel instrumen, spekulasi dan penggunaan pasar uang menjadi tidak ada.
Jadi system kredit tidak menciptakan uang. Aturan-aturan tersebut mempengaruhi
keseimbangan antar pasar barang dan pasar uang berdasarkan transaksi tunai. Dalam
aturan transaksi Islam lainnya, pada saat komoditi dibeli saat ini sedang
pembayaran dilakukan kemudian, uang yang dibayarkan/diterima untuk mendapatkan
komoditas jasa. Dengan kata lain, yang dipertukarkan dengan sesuatu yang
benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Transaksi lainnya
seperti judi, riba dilarang dalam islam sehingga keseimbangan antara arus uang
dan barang/jasa dapat dipertahankan.
2)
Mazhab Kedua (Mainstream)
Tujuan kebijakan moneter yang diberlakukan oleh pemerintah adalah
maksimalisasi sumber daya yang ada agar dapat dialokasikan pada kegiatan
perekonomian yang produktif. Mazhab ini merancang sebuah instrument kebijakan
yang ditujukan untuk mempengaruhi besar kecilnya permintaan uang (Mo) agar dapat
dialokasikan pada peningkatan produktifitas perekonomian secara keseluruhan.
Permintaan dalam Islam dikelompokan menjadi dua, yaitu motif transaksi dan
motif berjaga-jaga. Apabila uang yang ada banyak, maka permintaan uang untuk
berjaga-jaga semakin besar. Sedangkan semakin tinggi pajak yang dikenakan
terhadap uang yang idle berbanding terbalik dengan permintaan uang untuk
berjaga-jaga.
Apabila permintaan uang yang ditujukan untuk berjaga-jaga
meningkat, maka usaha yng dilakukan pemerintah untuk mengembalikan permintaan
uang pada titik keseimbangan adalah dengan cara meningkatkan instrumen
kebijakan yang dikenakan pada semua asset produktif idle (Dues
of Idle Fund). Semakin tinggi Dues of Idle Fund yang dikenakan
terhadap uang yang idle akan menyebabkan mansyarakat enggan untuk tetap
menyimpan uang yang idle tersebut. Konsekuensinya masyarakat yang
mempunyai uang idle akan secara
mengalokasikan kekayaannya pada investasi yang sifatnya produktif.
Instrument Dues of Idle Fund juga dapat digunakan untuk
mempengaruhi permintaan agregatif (AI). Kebijakan ini untuk meningkatkan
permintaan agregatif untuk mendorong laju pertumbuhan pendapatan nasional dapat
dilakukan dengan cara meningkatkan Dues of Idle Fund. Peningkatan Dues
of Idle Fund akan mengalihkan permintaan uang yang disedianya ditujukan
untuk penimbunan uang/asset yang produktif kepada tujuan penggunaan uang
yang akan meningkatkan produktifitas uang tersebut di sector riil, sehingga
investasi akan meningkat yang berdampak pada peningkatan permintaan agregatif
(AD), sehingga keseimbangan umum yang baru akan berada pada tingkat pendapatan
nasional yang tinggi.
3)
Mazhab Ketiga
(Alternatif)
Mazhab ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran ilmiah dari Dr. M. A.
Choudury. Sistem kebijakan moneter yang dianjurkan oleh mazhab ini adaah
syuratik proses yaitu dimana seluruh kebijakan yang diambil oleh otoritas
moneter berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas sektor riil. Jadi
keputusan-keputusan kebijakan moneter yang kemudian dituangkan dalam bentuk
instrument biasanya adalah harmonisasi dengan kegiatan sector riil.
D.
Aplikasi
Instrument Moneter Islam di Indonesia
Peraturan perbankan syariah yang
dikeluarkan pada tahun 1998 yang menggantikan peraturan-peraturan perbankan
syariah tahun 1992 telah memungkinkan perkembangan perbankan syariah dengan
sangat cepat. Berkembangannya jumlah cabang dari bank syariah baik dari bank
umum yang berdasarkan syariah maupun divisi syariah dari bank konvensional,
serta meningkatkan kemampuan dalam menyerap dana masyarakat yang terlihat dari
dana simpanan pihak ketiga yang tertera di neraca bank-bank syariah tersebut.
Hal tersebut mengharuskan Bank Indonesia sebagai bank sentral untuk lebih
menaruh perhatian dan lebih hati-hati dalam menjalankan fungsinya,
pengawasannya sebagai bank sentral yang bertugas mengawasi bank-bank umum yang
ada dibawahnya sekaligus dengan tidak mengganggu momentum pertumbuhan bank-bank
syariah tersebut.
Bank Indonesia menjalankan
fungsi-fungsi bank sentralnya terhadap bank-bank yang berdasarkan syariah
mempunyai instrument-instrument sebagai berikut:
1.
Giro Wajib
Minimum
Biasanya dinamakan statutory reserve requirement yaitu,
simpanan minimum bank-bank umum dalam bentuk giro pada BI yang besarnya
ditetapkan oleh BI berdasarkan presentase tertentu dari dana pihak ketiga. GWM
ini adalah kewajiban bank dalam rangka mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip
kehati-hatian perbankan serta juga mempunyai peran sebagai moneter yang
berfungsi mengendalikan jumlah peredaran uang.
Dalam pelaksanaannya GWM ini besarannya adalah 5% dari dana pihak
ketiga yang berbentuk (IDR) rupiah dan 3% dari dana pihak ketiga yang berbentuk
dalam mata uang asing. Jumlah tersebut dihitung dari rata-rata harian dalam
satu masa laporan untuk periode dua masa laporan sebelumnya. Dana pihak ketiga
dalam bentuk:
§ Giro wadiah
§ Tabungan mudharabah
§ Deposito investasi mudharabah
§ Kewajiban lainnya
Dana
pihak ketiga dalam IDR ini tidak termasuk dana yang diterima oleh BI dan BPR,
sedangkan dana pihak ketiga dalam mata uang asing meliputi kewajiban dalam mata
uang asing kepada pihak ketiga termasuk bank dan BI yang terdiri dari:
§ Giro wadiah
§ Deposito investasi mudharabah
§ Kewajiban lainnya
2.
Sertifikat
Investasi Mudharabah Antar Bank Syariah (Sertifikat IMA)
Adalah suatu instrument yang digunakan oleh bank-bank syariah yang
kelebihan dana untuk mendapatkan keuntungan dan dilain pihak sebagai sarana
penyedia dana jangka pendek bagi bank-bank syariah yang kekurangan dana.
3.
Sertifikat
Wadiah Bank Indonesia (SWBI)
Adalah instrument Bank Indonesia yang sesuai dengan syariah islam
yang digunakan yang digunakan dalam OMO. Selain itu, SWBI ini juga dapat
digunakan oleh bank-bank syariah yang mempunyai kelebihan.
E.
Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan kebijakan moneter adalah
suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan
sesuai dengan yang di inginkan melalui peraturan jumlah uang yang beredar dalam
perekonomian. Macam-macam kebijakan moneter yaitu kebijakan moneter kuantitatif
dan kebijakan moneter kualitatif. Tindakan yang berhubungan dengan kebijakan
moneter kuantitatif adalah Open market operation and discount rate (operasi
pasar terbuka dan tingkat diskonto) dan Reserve requirement (merubah
cadangan minimum). Sedangkan tindakan yang berhubungan dengan kebijakan moneter
kualitatif adalah pengawasan pinjaman selektif dan pembujukan moral. Dalam
instrument moneter islam ada tiga mazhab yaitu mazhab pertama (iqtishaduna),
mazhab kedua (mainstream), dan Mazhab Ketiga (Alternatif).
DAFTAR PUSTAKA
Putong,
Iskandar. 2003. Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Karim,
Adiwarman. 2008. Makro Ekonomi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
www.google.com, pengertian kebijakan moneter, diakses tanggal 26 oktober 2011
PROSES PERENCANAAN
![]() |
MAKALAH
Disusun dan diajukan guna memenuhi tugas
terstruktur:
Mata kuliah :
Pengantar Manajemen
Dosen pengampu
: Drs. Fathul Aminudin Azis, MM
Oleh :
IMA MUKHLISATIN
NIM.072323017
PROGRAM STUDI
EKONOMI ISLAM
JURUSAN SYARI’AH
SEKOLAH TINGGI
AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PURWOKERTO
2011
A.
PENDAHULUAN
Perencanaan
merupakan fungsi pertama dalam fungsi manajemen, mendahului fungsi-fungsi
lainnya. Perencanaan terjadi disemua tipe kegiatan. Perencanan adalah proses
dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. Perbedaan
pelaksanaan adalah hasil tipe dan tingkat pelaksanaan yang berbeda pula.
Perencanaan dalam organisasi adalah esensial, karena dalam kenyataannya
perencanaan memegang peranan lebih dibanding fungsi-fungsi yang lainnya.
Fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sebenarnya hanya
melaksanakan keputusan-keputusan perencanaan. Dari hasil perencanaan adalah
tentu saja sebuah rencana/rencana kerja. Rencana yang kita buat haruslah
merupakan alternatif yang paling baik untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dengan tanpa adanya rencana atau dengan adanya rencana kerja yang
kurang baik maka tujuan tidak akan dapat dicapai dengan efektif dan efisien, sehingga
factor-faktor produksi yang ada akan kita pergunakan secara boros. Jadi,
rencana kerja tidak lain adalah merupakan penetapan tujuan yang akan dicapai
dan pemilihan usaha-usaha yang dapat dilaksanakan tersebut.
B.
PEMBAHASAN
1.
Perencanaan
a. Pengertian
perencanaan
Sebelum
manajer dapat mengorganisasi, mengarahkandan mengawasi, mereka harus membuat
rencana-rencana yang memberikan tujuan dan arah organisasi. Dalam perencanaan,
manajer memutuskan “apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana
melakukannya dan siapa yang melakukannya”. Jadi, perencanaan adalah pemilihan
sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan,
bagaimana dan oleh siapa. Perencanaan yang baik dapat dicapai dengan
mempertimbangkan kondisi diwaktu yang akan dating dalam mana perencanaan dan
kegiatan yang diputuskan akan dilaksanakan, serta periode sekarang pada saat
rencana dibuat.
b. Tahap
dasar perencanaan
Salah satu aspek penting perencanaan
dalah pembuatan keputusan, proses pengembangan dan penyeleksian sekumpulan
kegiatan untuk memcahkan suatu masalah tertentu. Keputusan- keputusan harus
dibuat pada berbagai tahap dalam proses perencanaan.
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat
tahap berikut:
1.
Menetapkan
tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan
tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.tanpa rumusan
tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya-sumber dayanya
secara tidak efektif.
2.
Merumuskan
keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang
akan dicapai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan
adalah sangat penting karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan
dating. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa,rencana dapat
dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.
3.
Mengidentifikasi
segala kemudahan dan hambatan. Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan
dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam
mencapai tujuan. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor lingkungan
intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya atau yang
mungtkin menimbulkan masalah.
4.
Mengembangkan
rencana untuk pencapaian tujuan. Tahap terakhir dalam proses perencanaan
meliputi pengembangan berbagai altermatif kegiatan untuk pencapaian tujuan,
penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik
diantara alternatif yang ada.
c. Alasan-alasan
perlunya perencanaan
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan. Perencanaan
dilakukan untuk mencapai:
1. Protective
benefits, yang menghasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan
dalampembuatan keputusan.
2.
Positive
benefits, dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
d. Manfaat
dan kelemahan perencanaan
Manfaat perencanaan. Perencanaan
mempunyai banyak manfaat. Sebagai contoh, perencanaan, 1) Membantu manajemen
untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan; 2) Membantu
dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama; 3) Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas; 4) Membantu
penempatan tanggung jawab lebih tepat; 5) Memberikan cara pemberian perintah
untuk beroperasi.
Kelemahan perencanaan. Perencanaan juga
mempunyai beberapa kelemahan diantaranya adalah bahwa 1) pekerja yang tercakup
dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata; 2) perencanaan
cenderunga menunda kegiatan; 3) perencanaan mungkin terlalu membatasi manajemen
untuk berinisiatif dan berinovasi; 4) kadang-kadang hasil yang paling baik
didapatkan oleh penyelesaian situasi individual dan pananganan setiap masalah
pada saat masalah tersebut terjadi; 5) ada rencana-rencana yang diikuti
cara-cara yang tidak konsisten.[1]
e. Langkah-langkah
dalam perencanaan
Langkah-langkah
pokok dalam membuat suatu rencana yang baik perlu dilakukan oleh pembuat
rencana, karena perencanaan merupakan proses dasar bagi oraganisasi untuk
memilih sasaran dan bagaimana cara pencapaiannya. Langkah-langkah pokok dalam
membuat rencana adalah
a) Penentuan
tujuan yang akan dicapai
b) Pendefinisian
gabungan situasi secara baik
c)
Pendefinisian
faktor-faktor yang membantu atau menghambat tujuan-tujuan.
2. Proses
Perencanaan
Proses perencanaan atau planning adalah
bagian dari daur kegiatan manajemen
yang terutama berhubungan dengan pengambilan keputusan (decision
making)untuk masa depan, baik jangka panjang maupun jangka pendek,
sehubungan dengan pokok pertanyaan: apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan
berapa, baik sehubungan dengan lembaga yang dimanajemeni maupun usaha-usahanya.[3]
Proses perencanaan dapat dilihat pada bagan berikut ini:
![]() |
Perencanaan
dimulai dengan misi organisasi. Dari misi organisasi, tujuan organisasi
kemudian diturunkan. Tujuan organisasi merupakan kunci efektivitas organisasi.
Tujuan mempunyai beberapa fungsi. Pertama, tujuan memberikan dan menyatukan
arah kemana organisasi harus bergerak. Melalui tujuan, setiap organisasi
memahami kemana organisasi bergerak dan memahami titik tujuan tersebut. Kedua,
tujuan dan proses penetapan tujuan akan memperngaruhi perencanaan. Tujuan dan
penetapan tujuan yang baik akan menurunkan rencana yang baik pula. Kemudian
rencana yang baik akan membantu mewujudkan tujuan masa mendatang yang baik
pula. Ketiga, tujuan dapat berfungsi sebagai alat motivasi karyawan. Tujuan
yang cukup menantang dan spesifik mampu mendorong karyawan bekerja lebih keras.
Perencanaan
organisasi berdasarkan tujuan organisasi,dapat dikelompokan kedalam tiga jenis
perencanaan: strategis, taktis dan operasional. Berikut ini jenis rencana,
jangka waktu dan pembuat rencana tersebut.
Rencana
Jangka waktu Pembuatan
Strategis
Panjang (> 5 tahun)
Manajemen Puncak
Taktis
Menengah (1-5 tahun)
Manajemen Puncak dan Menengah
Operasional
Pendek (< 1 tahun)
Manajemen Menengah dan Bawah
a. Perencanaan
Strategis
Perencanaan
Strategis merupakan rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan strategis.
Fokus rencana ini adalah organisasi secara keseluruhan. Rencana strategis dapat
dilihat sebagai rencana secara umum yang menggambarkan alokasi sumberdaya,
prioritas dan langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis. Tujuan
strategis biasanya ditetapkan oleh manajemen puncak. Manajemen puncak
menentukan “kemana organisasi harus berada” dalam jangka waktu panjang. Manajer
barangkali mempunyai masalah secara tepat berapa jauh (dalam masa depan)
perencanaan dapat dilakukan.
b. Perencanaan
Taktis
Perencanaaan
taktis ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, yaitu untuk melaksanakan bagian
tertentu dari rencana strategis. Rencana ini mempunyai jangka waktu yang lebih
pendek dibandingkan dengan rencana strategis, dan mempunyai fokus yang lebih
sempit dan lebih konkrit. Tujuan taktis biasanya diturunkan
dari tujuan strategis.
c. Perencanaan
operasional
Perencanaan operasional diturunkan dari
perencanaan taktis, mempunyai fokus yang lebih sempit, jangka waktu yang lebih
pendek, dan melibatkan manajemen tingkat bawah. Dua jenis rencana operasional: rencana tunggal (sekali
tunggal) dan standing plan (dapat dipakai berkali-kali). Rencana tunggal lebih
sesuai dipakai untuk mencapai tujuan yang spesifik, yang kemudian dihapuskan
setelah tujuan tersebut tercapai. Rencana standing merupakan rencana standar
yang lebih sesuai dipakai untuk mencapai tujuan yang muncul berulang-ulang.
1. Rencana
tunggal (sekali pakai)
Contoh rencana tersebut, ketika
perusahaan merencanakan ekspansi. Perusahaan kemudian mengembangkan berbagai
rencana sekali pakai, seperti pembuatan pabrik baru, penarikan tenaga baru,
analisis pemasaran dan lainnya. Beberapa
jenis rencana sekali pakai yaitu:program, proyek dan anggaran.
Program, merupakan rencana sekali pakai untuk serangkaian
aktivitas yang besar. Program dapat mencakup tujuan, langkah-langkah yang
diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan, prosedur, aturan, unit
organisasi atau orang yang bertanggung jawab terhadap setiap langkah. Program
dibicarakan lebih banyak pada bagian sebelumnya.
Proyek, merupakan bagian dari program dengan cakupan lebih kecil.
Penugasan dan target waktu dalam proyek ditentukan dengan jelas.
Anggaran, merupakan rencana yang dinyatakan dalam bentuk angka,
dapat berupa angka kuantitas maupun angka unit moneter. Anggaran
banyak dibahas dalam pengendalian.
2. Rencana
standing
Jika suatu
aktivitas muncul berulang-ulang, satu atau serangkaian rencana dikembangkan
untuk mengarahkan aktivitas tersebut.
Rencana standing akan menghemat waktu dan tenaga manajer sebab situasi
yang berulang-ulang tersebut diselesaikan dengan rencana yang standar. Beberapa
contoh rencana standing adalah kebijakan, prosedur operasional standar, dan
aturan.
Kebijakan, merupakan pedoman pengambilan keputusan yang terutama
mengarahkan cara berfikir pengambilan keputusan, bukan pada tindakan yang
spesifik.
Prosedur, prosedur lebih spesifik dibandingkan dengan kebijakan
dan merupakan pedoman yang mengarahkan pada tindakan yang diperlukan.
Langkah-langkah yang diperlukan dijelaskan secara terperinci dan biasanya
disusun secara kronologis.
Aturan, merupakan pernyataan spesifik apakah suatu tindakan
harus dilakukan atau tidak berdasarkan situasi yang ada. Dengan demikian aturan
merupakan tindakan itu sendiri, bukan pedoman yang mengarahkan pengambilan
keputusan.[4]
C. KESIMPULAN
Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan
kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana
dan oleh siapa. Dalam kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui empat tahap
yaitu: Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan, merumuskan keadaan saat ini,
mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, mengembangkan rencana untuk
pencapaian tujuan. Disamping mempunyai manfaat perencanaanjuga mempunyai
kelemahan. Dalam proses perencanaan, perencanaan dimulai dengan misi
organisasi. Dari misi
organisasi, tujuan organisasi kemudian diturunkan.
Perencanaan
organisasi berdasarkan tujuan organisasi,dapat dikelompokan kedalam tiga jenis
perencanaan: strategis, taktis dan operasional. Berikut ini jenis rencana,
jangka waktu dan pembuat rencana tersebut. Perencanaan Strategis merupakan
rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan strategis, dan perencanaaan taktis
ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, yaitu untuk melaksanakan bagian
tertentu dari rencana strategis sedangkan perencanaan operasional diturunkan
dari perencanaan taktis, mempunyai fokus yang lebih sempit, jangka waktu yang
lebih pendek, dan melibatkan manajemen tingkat bawah.
DAFTAR PUSTAKA
Gitosidarmo, Indriyo dan Agus
Mulyono. 1990. Prinsip Dasar Manajemen. Edisi 3, Yogyakarta: Universitas
janabadra.
Handoko, Hani. 1986. Manajemen. edisi 2.
Yogyakarta: BPFE.
Hanafi, Mamduh M. 1997. Manajemen. edisi revisi. Yogyakarta: UUP AMP
YKPN.
http://www.businessdictionary.com, Pengertian Proses Manajemen, pada tanggal 03
Oktober 2011
[1]
Hani Handoko, Manajemen, edisi 2, (Yogyakarta: BPFE,1986), hal.77-81
[2]
Indriyo Gitosidarmo dan Agus Mulyono, Prinsip Dasar Manajemen,
(Yogyakarta: Universitas janabadra, 1990), hal.74-75.
[4] Mamduh M. Hanafi, Manajemen, edisi revisi, (Yogyakarta:
UUP AMP YKPN, 1997), hal.118-122
1 Konsep-konsep dasar manajemen
a.konsepmanajemen
b.Prinsip-prinsip manajemen dalam islam:
b.Prinsip-prinsip manajemen dalam islam:
a.
Prinsip amar ma’ruf nahi munkar
setiap muslim wajib melakukan perbuatan yang ma’ruf
[terpuji] dan menjauhi perbuatan yang munkar [keji]. Hal tersebut sesuai dengan
firman Alloh:
”Hendaklah ada diantara kamu umat yang menyeru kepada kebaikan menyeru
kepada kebajikan menyuruh perbuatan yang ma’rufdan mencegah perbuatan keji”(Qs
Ali Imron: 104)
untuk melaksanakan prinsip tersebut ilmu manajemen harus dipelajari dan
dilaksanakan secara sehat, baij secara bijak maupun ilmiah.
b.
Kewajiban mmenegakan kebenaran
Ajaran islam adalah metode ilahi untuk menegakan kebenaran dan menghapus
kebatilan dan untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera serta diridhoi
tauhan. kebenaran menurut norma Islam tersirat dalam firman Allih yaitu:
” kebenaran itu
dari tuhan mu, karma jangan engkau termasuk salah seorang yang ragu-ragu”(Qs
Ali imron:60)
manajemen sebagai suatu metode
pengolahan yang baik dan benar, untuk menghindari kesalahan.menegakan kebenaran
adalah metode Alloh yang harus ditaati manusia dengan kata lain manajeman yang
disusun oleh manusia untuk menegakan kebenaran adalah wajib.
c.
Kewajiban menegakan keadilan
Kewajiban
menegakan keadilan tersirat dalam firman Alloh yaitu:
”jika kamu menghukum diantara manusia, hendaknya kamu menghukumi secara
adil”(Qs Ann-Nisaa:58)
d.
Kewajiban menyampaikan amanah
Kewjiban
menyampekan amanat tersirat dalam firman Alloh, yatu:
”sesungguhnya Alloh memerintahkan kamu untu menyampekan amanat kepada
yang berhak menerimanya”(Qs An Nisaa:58)
seoarang manajer adala pemegang amanat
dari pemegang sahamnys, yang wajib mengelolal perusahaan dengan baik sehingga
menguntunkan pemegang saham dan memuaskan konsumen.
c pekembangan teori manajemen serta msdzab
dan tokoh-tokohnya:
a.
Peerkembanagn teori manajemen
·
Teori manajemen kuno
Smpai tinkat tetentu manajrmrn telah dipraktekan oleh masyarakat
kuno.Contoh bangsa mesir bias membuat pirmida. Bangunan yang kompleks hanya bis
diselessaikan dengan koordinasi ang baik. Kekaisaran romawi mengembangkan
struktur organisasi yang jelasdan sangat membantu komunikasi dan pengendalian.
Konsep konsep manajemen juga sering dibicarakan filosof yunani atau arab(Islam)
abad pertengahan.
·
Teori manajemen klasik
Pendahulu teori manajemen
klasik:
1)
Robert owen (1771-1858)
Ia merupakan manajer pabrik kapas di inggris.pad saat kondisi kerja
pabrik buruk, ia memperbaiki kondisi kerja para pekerjanya.karna menganggap
pekerja sangat berperan penting dan merupakan sumber daya prusahaaan.yang ia
lakukan adalh mengurangi jam kerja, 15jam menjadi 10,5jam/hari. Menolak pekerja
dibwah 10th membuat rumah dan menyediakan took murah bagi pera
pekerja. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan keuntungan.padhal manjer lain
lebih senang melakukan investasi pada sisi tekhnis seperti mesin.
Ia juga memperkenalkan system penilaian terbuka sehingga manajer bias
melokalisir masalah yang ada dengan cepat.selain itu para [ekerja yang
berprestasi juga bangga.cara semacam ini mendorong system feedback yang
dibicarakan pada masa berikutnya.
2)
Charles babbage(1792-1871)
Ia merupakan frofesor inggris. Engan latar belakang kuantitatifnya, ia
percaya bahwa [rinsi-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan
efisiensi produksi.kontribusinya adalah bukunya
on the economy of machinery and manufactures. Ia menganjurkan pembagian
kerja (division of labor) sehinggga
kerja setiap pabrik bias dianalisis
secara terpisah. Sehingga training lebih murah. Pekerjaan yang dilakukan secara
berulang ulang akn memmbuat pekerja terampil dan berarti semakin
efesien.menurunya metode kuantitatif bias digunakan untuk menganalisis
persoalan perusahaan seperi mengefesienkan bahan baku.
·
Teori manajemen ilmiah
a. Fredick
winslow tailor (1856-1915)
Ia disebut bapak manajemen ilmiah.ia memfokuskan perhatiannya pada studi
waktu untuk setisp pekerjaan (time and motion study).ia memperkenalkan system
pembayaran differential (different rate system) karyawan akan memperoleh
kenaikan upah jika berhasil melampaui standar yang ditentukan. Kenaikan upah dihitung berdasarkan perkiraan
keuntungan perusahaan karena kenaikan hasl produksi.dengan cara ini upah
menjadi fire karena ditentukan secara ilmiah.namun teorinya dikecam salah
sasunya denga aksi pmogokanpada sebuah pabrikwatertwon arsenal di amerika
serikat karma ada kekhawatiran jika perusahaan memakai tepri tailor para
pekerja takut diberhentikan. Karyanya adalah sho management san the principles
of scientific management.
b.frank BGilbert (1868-1924) dan
lilian gilberth (1878-1972)
metode kerjanya mengurangi pergerakan fisik dari 18 jenis menjadi 5 jenis
dan meningkatkan output 200-300 persen.sukses tersebut mengarahnya pada study
gerak dan kelelahan.pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan
semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. Lilian
gilbert memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen
personalia.dan percaya bahwa tujuan akhir manajemen adalah membantu pekerja
mencape potensi sepenuhnya sebagai seorang manusia. Keduanya megembangkan
rencana promosi tiga tahap yaitu: menyiapka promosi, melakukan pekerjaan,
melatihh calon pengganti.
c. henry
L gantt (1861-1919)
ia memperbaiki metode penggajian taylor
karma dianggap kurang memotivasi pekerja. Setiap pekerja dapat menyelesaikan
beban kerja hari itu akan menerima 50-cents. Pengawas akan menerima bonus untuk
setiap pekerja yang memenuhi standar kerja pada hari itu. Dengan insentif
semacam itu pengwas diharpkanakan melatih pekerja dengan baik. Ia juga
memperkenalkan penilaian system terbuka yang merupakanide own.kemajuan pekerja
dicatat dalam kotak warna hitam dan merah bila tidak memenuhi standar . bagan
gantt kemudian popular dan digunakan untuk perencanaan yaitu mencatat jadwal
pekerjaan tertentu.
d.henry fayol (1841-1925)
prinsip-prinsip manajemen yang
efektif menurut fayol adalah sebagai berikut:
Ø
Asas pembagian kerja
Ø
Asas wewenang dan tanggung jawab
Ø
Asas disiplin
Ø
Asa kesatuan perintah
Ø
Asas kesatuan jurusan atau arah
Ø
Asas kepentingan umum diatas kepentingan pribadi
Ø
Asas pembagian gaji yang wajar
Ø
Asas pemusatan wewenang
Ø
Asas hierarki atau asas rantai berkala
Ø
Asas keteraturan
Ø
Asas keadilan
Ø
Asas inisiatif
Ø
Asas kesatuan
Ø
Asas kestabilan masa jabatan
Ø
Asas kerja tim
b.madzab dan tokoh-tokoh manajemen:
menurut G.R. terry mazhab- mazhab manajemen
adalah:
- mazhab manajemen berdasarkan kebiasan (management by custom school )
yaitu
mengambil segala kebijakan berdasarkan atas kebiasaan yang telah dilakukan
pihak lain.sehingga tidak menimbulkan kreasi-kreasi baru dan menghilangjan daya
fakir dan kreativitas.
- mazhab manajemen ilmiah (scientific manajemen school)
yaitu penyelesaian masalah dandan keputusan yang diambil berdasarkan atas
analisis ilmiah sehingga penyelesaian dan keputusan itu logis rasional dan
baik.
- mazhab perilaku (behaviour school)
topik-topik yang dipersoalkan adalah perilaku manusia ilmu jiwa social,
komunikasi dan keinginan manusia itu. Manajerr melakukan wewenang
kepemimpinanya harus lebih mengetahui perilaku, keinginan, dan kebutuhan para
bawahan.
- mazhab social (the social school)
mazhab social menentukan interaksi dan kerja sama manusia yang secara
bersama-sama membentuk suatu entitas social.
- mazhab manajemen system ( system management school)
intisari dari mazhab ini adalah system-sistem.untuk memenuhi tuntutan efesiensi
dan efektivites kerja setiap petugas diperlikan adanya system kerja yang up to
date tepat guna serta sesuai dengan kondisi setempat.
- mazhab manajemen berdasarkan keputusan (desicionsamanagement school)
menurut mazhab ini pengambilan keputusan merupakan tugas utama seorang
manajer.
- mazhap pengukuran kuantitatif (Quantitative measure)
menurut mazhab ini manajemen adalah sebuah entitas logis yang
tindakan-tindakannya dinyatakan dalam bentuk symbol-simbol,Hubungan-hubungan
matematis dan data yang dapat diukur.
- mazhap proses manajemen (management process)
menurut mazhab ini manajemen merupakan serangkaian aktivitas yang terdiri
dari sub-subaktivitas tertentu, yang dialkukan dlam fungsi-fungsi manajemen yang
merupakan sebuah proses manajemen.
- mazhab manajemen menurut keadaan (contingency management school)
mazhab ini melihat kemungkinan peristiwa yang mungkin terjadi merupakan
hal penting yang harus dipertimbangkan didalam mempelajari organisasi dan
manajemen. Suatu cara pemikiran secara filosofis tersebut merupakan cara
pemikiran mengenai usaha-usaha manusia yang kompleks. Cara tersebut memberikam
pengenalann terhadsap bekerjanya suatu organisasi dan manjemenya dan menekankan
pengertian hubungan timbal balik antara bermacam macam aktivitas yang diperlukan
untuk mencapai tujuan.
D. manajemen
fungsi usaha
2. perencanaan dalam manajemen.
a. dasar- dasar perencanaan.
Semua kegiata perencanaan pada dsarnya
melalui empat tahap, yaitu:
- menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan.
- merumuskan keadaan saat ini
yaitu pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak
dicapai dan sumber daya yang tersedia untuk pencaoaian tujuan. Tahap ini
memerlikan informasi keuangan dan data statistic.
- mengidentifikasi segala kemudahan da hambatan.
Yaitu dengan mengetahuii factor-faktor intern dan ekstern yang dapat
membantu organisasi mencapai tujuan.
- mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.
Tahap terakhir dalam proses perencanaanmeliputi pengenbangan berbagai
alternative kegiatan untuk pencapaian, penilaian alternative tersebur dan
pemilihan dan pemilihan alternative yang terbaik diantara alternative yang ada.
b.Tujuan organisasi
tujuan
organisasi adalah pernyataan tentang keadaan atau situasi yang tidak
terdapat sekarang tetepi dimaksudkan untuk dicapai diwaktu yang
akan datang melalui kegiatan kegiatan organisasi.unsur penting tujuan adalah
hasil-hasil akhir yang diinginkan diwaktu mendatang dengan mana
kegiatan-kegiatan sekarang diarahkan. Tujuan umum (strategik) secara oprasional
idak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu kedalam tujuan-tujuan
khusus yang lebih terperinci sesuai dengan jenjang manajemen sehingga membentuk
suatu hirarki tujuan. Tujuan khusus meskipun secara fungsional berdidi sendiri
secara operasional terangkai disalam suatu jaringan kegiatan yang memiliki arah
sma yaitu memberikan pedoman pencapaian tujuan organisasi.tujuan straregik
organisasi merupakan tahap paling kritis dalam prses perencanaan strategic,
karean akan menetukan kegiatan dan mengikat sumber daya organisasi untuk jangka
waktu yang panjang. Karenanya tujuan strategic sering ditetapkan oleh para
manajer puncak dengan mempertimbangkan sejumlah alernatif tujuan.
c.pembuatan
keputusan
pembuatan
keputusan dapat didefinisikan sebagai penentuan serangkaian kegiatanuntuk
mencapai hasil yang diinginkan. Ada
dua tipe pembuatan keputusan yaitu:
1)
keputusan yang di program
adlah keputusan yang dibuat menurut kebiasan aturan atau prosedur.
2)
keputusan yang tidak deprogram
adlah
keputusan yang berkenaan dengan msalah yang harus ditangani secara khusus.
Tingkat ketidak pastian dalam berbagai situasi akan berbeda-beda oleh
karena itu manajer akn menghadaoi tiga macam situasi yaitu:
1)
dalam kondisi kepastian, para manajer mengetahui apa
yang akan terjadi diwaktu yang aka
datang, karena tersedia informasi yang akurat, terpercaya dan dapat diukur
sebagai dasar keputusan.
2)
Dalam kondisi resiko, manajer mengetahui besarnya
probabilitas, tatapi informasi lengkap tidak tersedia.
3)
Dalam kondisi ketidak pastian,manajer tidak mengetahui
probabilitas bahkan mmungkin tidak mengetahui hasil-hasil.
Proses pembuatan keputusan:
Tahap 1: pemahaman dan perumusan
masalah.
Langkah pertama bila manajer akan memperbaiki situasi
adalah menemukan apa masalah yang
sebenarnya kemudian menentukan bagian masalah yang mereka harus pecahkan dan bagian bagian mana yang seharusnya dipecahkan. Cara mengidentifikasi masalah yaitu pertama,
manajer secara sistematik menguji sebab akibat. Kedua, manajer mencari perubahan
perubahan dan berkonsultasi dengan fihak fihak lain.
Tahap 2 : pengumpulan dan analisa data yang relevan
dalam membuat keputusan
Tahap 3 : pengembangan alternatif-alternatif.
Pengembangan sejumlah alternatif memungkinkan manajer
menolak kecenderungan untuk membuat keputusan terlalu cepat dan membuat lebih
mungkin pencapaian keputusan yang efektif.
Tahap 4: evaluasi alternatif.
Efektivita alternatif dapat diukur dengan dua criteria yaitu apakah alternative
realistic bila dihubungkan dengan tujuan dan sumber daya organisasi dan
seberapa baik alternative akan membantu pemecahan masalah.
Tahap 5: pemilihan alternative
terbaik. Alternative terpilih akan didasarkan pada jumlah informasi yang tersedia bagi manajer dan
ketidaksempurnaan manajer.
Tahap 6:implementasi keputusan,
implementasi keputusan menyangkut lebih
dari sekedar pemberian perintah. para manajer harus membuat rencana rencana
untuk mengatasi berbagai persyaratan dan masalah yang mungkin dijumpai dalam
penerapan keputusan. Menetapkan anggaran schedule kegiatan mengalokasikan
sumberdaya yang diperlukan serta menugaskan tanggung jawab dan wewenang
pelksanaan tugas-tugas tertentu selain itu manjer juga menetapkan prossrdur
laporan kemajuan periodic dan mempersiapkan tindakan korektif bila masalah baru
muncul dalam pelaksanaan keputusan serta merancang system peringatan dini untuk
menghadapi berbagai kemungkinan.
Tahap 7 : evaluasi hasil-hasil keputusan., yaitu
dengan memonitor secara terus menerus.
3. Pengorganisasian
a. Dasar-dasar pengorganisasian
b. struktur organisasi (disain organisasi)
adalah mekanisme-mekanisme
formaldengan mana organisasi dikelola yang menunjukan kerangka dan susunan
perwujudan pola tetep hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, posisi-posisi
maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang dan tugas yang
berbeda dalam suatu organisasi.
Factor-faktor
utama yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu:
Ø
Strategi organisasi untuk mencapai tujuan. Struktur
mengikuti strategi, strategi akan menjelaskan bagai mana aliran wewenang dan
sluran komunikasi dapat disusundiantara para manajer dan bawahan.
Ø
Tekhnologi yang digunakan. Perbedaan tekhnologi
yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa akan membedakan bentuk
struktur organisasi.
Ø
Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat
dalam organisasi.
Ø
Ukuran organisasi, semakin besar ukuran
organisasi, struktur organisasi akan semakin kompleks dan harus dipilih bentuk
struktur yang tepat.
Unsur-unsur
struktur organisasi :
Ø
Spesialisasi kegiatan beerkenaan dengan spesifikasi
tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian tugas)
dan penyatuan utgas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja (
departementalisasi ).
Ø
Standarisasi kegiatan, merupakn
prosedur-prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin terlaksannya
kegiatan seperti yang direncanakan.
Ø
Koordinasi kegiatan, menunjukan
prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsi-fungsi satuan-satuan kerja dalam
organisasi.
Ø
Sentralisasi dan desentralisasi prembuatan
keputusan, yang menunjukan lokasi kekuasaan pembuatan keputusan.
Ø
Ukuran satuan kerja menunjukan jumlah karyawan
dalam satuan kerja.
c. Koordinasi (coordination)
Adalah proses penintregasian tujuan-tujuan dan
kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang
fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efesien.
Mekanisme-mekanisme dasar untuk pencapaian koordinasi adalah komponen komponen
vital manjemen yaitu:
Ø
Hirarki manajerial. Rantai perintah, aliran
informasi dan kerja, wewenang formal, hubungan tanggung jawab dan akuntabilitas
dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskansecara jelas serta dilaksanakan
dengan pengarahan yang tepat.
Ø
Aturan dan prosedur, yaitu keputusan keputusan
manjerial yang dibuat untuk menangani kejadian-kejadian rutin, sehingga dapat
pula menjadi peralatan yang efesien untuk koordinasi dan perawatan rutin.
Ø
Rencana dan penetapan tujuan yaitu untuk
pengorganisasian melalui pengarahan seluruh satuan organisasi terhadap sasaran
yang sama jika aturan dan prosedur tidak mampu lagi memproses seluruh informasi
yang diperlukan untuk mengkoordinasikan kegiatan kegiatan satuan organisasi.
Bila
pengorganisasian dasar tidak mencukupi maka koordinasi potensial dapat
dilakukan dalam dua cara:
1.Sistem informasi vertical yaitu
peralatan melalui mana data disalurkan tingkatan- tingkatan organisasi. System informasi
manajemen dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan organisasi atau perusahan untuk
meningkatkan informasi yang tesedia bagi perencanaan koordinasi dan pengawasan.
2.Hubungan-hubungan lateral
(horiczontal)
Melalui
pemotongan perintah hubungan ini
membiarkan informasi dipertukarkan an membiarkan informasi dipertukarkan
dan keputusan yang dibuat pada tingkatan hirarki yang dibutuhkan ada.
d. Wewenang dan
delegasi
Wewenang merupakan hak untuk melakukan
sesuatu atau memerintahkan orrang lain untuk melakukan sesuatu guna mencapai
suatu tujuan.sedangkan pendelegasian adalah proses melimpahkan wewenang kepada
orang lain. Pendelegasian wewenang merupakan suatu factor yang vital karena:
Ø
Menetapkan hubungan organisatoris formal
diantara anggota badan usaha
Ø
Memberikan kekuasaan manajerial
Ø
Mengembangkan potensi bawahan
Untuk melawan kecendrungan yang menolak mendelegasikan
wewenang, seorang manajer harus:
Ø
Mengakui perlunya pendelegasian
Ø
Menciptakan suatu cara untuk mengetahui apa yang
sedang terjadi
Ø
Menentukan jenis pengambilan keputusan yang akan
didelegasikan
Ø
Memilih dengan seksama mereka yang akan menerima
delegasi tersebut
Ø
Membantu orang yang menerima pendelegasian
wewenang
4 Pengarahan dan Pengembangan
Organisasi
a. Motivasi
Teori-teori
motivasi:
1.
teori-teori petunjuk, mengemukakan bagaimana memotivasi
karyawan teori ini didasarkan atas pengalaman coba-coba
2.
teori-teori isi atau teori kebutuhan adalah berkenaan
dengan pertanyaan apa penyebab-penyebab prilaku atau memusatkan pada pertanyaan
apa dari motivasi
3.
teori-teori proses berkenaan dengan bagaimana prilaku
dimulai dan dilaksanakan atau menjelaskan bagaimana dari motivasi
Model-model
teori motivasi:
- model tradisional (fredick taylor) mengisyaratkan bahwa manajer menentukan bagaimana pekerjaan harus dilakukan dan digunakan system pengupahan intensive untuk memotivasi para pekerja lebih banyak berproduksi lebih banyak menerima penghasilan.
- model hubungan manusiawi (Elton mayo) menemukan kebosanan dan tugas yang bersifat pengulangan dapat mengurangi motivasi dan manajer dapat memotivasi bawahannya melalui pemenuhan kebutuhan social dan membuat mereka merasa berguna dan penting, karyawan diberi kebebasan untuk mengambil keputusan dalam bekerja dan lebih banyak informasi disediakan untuk karyawan tentang perhatian manajer dan operasi organisasi.
- model sumber daya manusia ( Mc gregor dan Maslow) menyatakan para karyawan dimotivasi oleh banyak factor seperti kebutuhan untuk berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti.
Motivasi adalah
keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk
melekukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.
b. Komunikasi organisasi
Komunikasi
adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari
seseorang ke orang lain Raymon velesikar mengemukakan factor yang mempengsruhi
efektivitas komunikasi organisasi yaitu:
1.
Saluran komunikasi formal yaitu melalui dua cara,
pertama, liputan saluran formal semakin melebar sesuai perkembangan dan
pertumbuhan organisasi contoh, komunikasi efektif biasanya semakin sulit
dicapai dalam organisasi yang besar dengan cabang-cabang yang melebar. Kedua,
saluran komunikasi formal dapat menghambat aliran informasi antar
tingkat-tingkat organisasi.
2.
Struktur wewenang dan organisasi perbedaan kakuasaan
dan status menentukan pihak-pihak yang berkomunikasi dengan seseorang serta isi
dan ketepatan komunikasi.
3.
Spesialisasi jabatan.
4.
Pemilikan informasi.
5.
Jaringan komunikasi dalam organisasi.
Bentuk-bentuk
komunikasi timbul dengan berbagai maksud seperti:
1.
permenuhan kebutuhan manusiasi,seperti kebutuhan untuk
berhubungan dengan orang lain
2.
perlawanan terhadaphal-hal monoton dan membosankan
3.
pelayanan sebagai sumber informasi hubungan pekerjaan
yang tidak disediakan saluran-saluran formal
hambatan-hambatan terhadap komunikasi
efektif:
1.hambatan-hambatan organisasional
yang terdiri:
Ø
tingakatan hirarki, semakin besar dan
berkembangnya struktur organisasi semakin banyak masalah yang timbul dalam
omunikasi, karena melewati jenjang yang lebih tinggi dan memerlukan waktu yang
lebih lama.
Ø
Wewenang manajerial, manajer tidak selamanya
menerima berbagai hal yang membuat mereka kelihatan lemah dan bawahan
menghindari situasi dimana mereka harus mengungkapkan informasi yang beresiko
dan tidak menguntungkan hal tersebut nenimbulkan kesenjangan komunikasi.
Ø
Spesialisasi, perbedaan fungsi, kepentingan dan
istilah pekerjaan membuat mereka merasa hidup didunia yang berbeda. Akibatnya
menghalangi perasaaan bermasyarakat, membuat sulit memahami, dan mendoroong
terjadinya kesalahan-kesalahan.
2.hambatan-hambatan
pribadi seperti:
Ø
Persepsi selejtif, pengharapan yang mengarah
seseoranguntuk melihat kejadian, orang, objek atau situasi adalah sesuatu yang
ingin dillihat atau didengar.
Ø
Status komuniaktor, kecendrungan untuk menilai
siapa yang menyampaikan informasi
Ø
Keadaan membela diri
Ø
Pendengaran lemah
Ø
Ketidaktepatan penggunaan bahasa
Peningkatan
efektifitas komunikasi efektif:
Ø
Kesadaran akan komunikasi efektif
Ø
Penggunaan umpan balik
Ø
Menjadi komunikator yang lebih efektif
Ø
Memegang pedoman komunikasi yang baik
c. kepemimpinan dan kekuasaan
Kepemimpinan
adalah proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan dari sekelompok
anggota yang saling berhubungan tugasnya (Stoner). Implikasi dari definisi
kepemimpinan:
a. kepemimpinan
menyangkut bawahan
b.kepemimpinan menyangkut pembagian
kekuasaan yang tidak seimbang antara pemimpin dan anggota.
c. Kepemimpinan
selain mengarhakan juga dapat memberi pengaruh
Sifat-sifat kepemimpinan
(Edwin ghiselli):
a. Mampu
mengarahkan dan mengawasi
b.Tanggung jawab
c. Cerdas,
tegas, percaya diri dan inisiatif
Fungsi-fungsi kepemimpinan, yaitu
pemberi saran penyelesaian, informasi dan pendapat. Membantu kelompok berjalan
lancar, persetujuan dengan kelomppok lain dll.
Gaya
kepemimpinan, pertama gaya
dengan orientasi tugas yaitu hanya mengarahkan dan mengawasi sera menjamin
tugas dilaksankan sesuai dengan yang di inginkan, yang kedua,orientasi
karyawan, yitu lebih memotivasi daripada mengawasi bawahan.
d. manajemen konflik
konflik organisasi adalah ketidak
sesuaian antara dua atau lebih anggota maupun kelompok dalam organisasi. Penyebab konflik:
a. Komunikasi:
salah pengertian, bahasa informasi yang tidak lengkap dan tidak konsistenya
manajer
b.Struktur: pertarungan kekuasaan
antar departemen dengan system penilaian yang bertentangan, saling
ketergantungan antar kelompok kerja dalam mencapai tujuan
c. Pribadi, perbedaan dalam nilai atau persepsi, tidak
sesuainya tujuandengan perilaku yang diperankanpada jabatan mereka.
Jenis-jenis konflik:
a. Konflik
dalam individu
b. konflik antar individu
c. konflik antar individu dan kelompok
d.
konflik antar kelompok dalam satu organisasi
e. konflik
antar organisasi
metode stimulasi konflik meliputi:1)
penempatan orang luar kedalam kelompok, 2)penyusunan kembali organisasi, 3)
penawaran bonus pembayaran intensif, dan penghargaan untuk mendorong
persaingan, 4) pemilihan manajer yang tepat, 5)perlakuan yang berbeda dari
kebiasaan.
Metode pengurangan konflik meliputi:
1)mengganti tujuan yang menjadi konflik agar diterima dua kellompok,
2)mempersatukan kelompok untuk menghadapi musuh yang sama.
metode penyelesaian konflik:
dominasi dan penekanan melalui kekerasan,
penenangan, penghindaran dan voting
kompromi,
mencari jalan tengah
Pemecahan masalah integrative, melalalui
tekhnik-tekhnik pemecahan masalah yaitu, consensus,konfrontasi
yaitu dengan mengemukakan pendapat,penggunaan tujuan-tujuan yang lebih tinggi.
Konflik
lini, memandang: staf melngkahi wewenang, staf tidak memberi nasihat,staf
menumpang keberhasilan lini,staf memiliki pandangan sempit
Pandangan
staf :lini kurang memanfatkan staf, lini menolak gagasan-gagasan baru, lini
memberikan wewenang terlalu kecil pada staf.
Penaggulangan
konflik lini dan staf:tanggung jawab lini dan staf harus ditegaskan,
mengintegrasikan kegiatan lini dan staf, mengajarkan lini untuk menggunakan
staf, mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil hasil.
5 Proses
pengawasan
a. dasar-dasar pengawasan
Pengawasan adalah prosesmenjamin bahwa
tujuan-tujuan manajemen dan organisasi tercapai.
Tipe
tipe pengawasan:
Pengawasan
pendahuluan, mengantisipasi masalah dan memungkinkan koreksi dibuat sebeum
suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
Pengawasan
yang dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan, dimana suatu prosedur
harus disetujui dahullu sebelum kegiatan di lanjutkan.
Pengawasan
umpan balik, pengawasan yagn dilakukan setelah kegiatan terjadi.
b. metode pegawasan
1)metode pengawasan non kuantitatif
yaitu mengawasi keseluruhan performance
organisasi dan sebagian besar mengawasi karyawan.tekhnik-tekhniknya meliputi,1)
pengamatan, 2) inspeksi teratur dan langsung, 3) pelaporan lisan dan tertulis,
4) evaluasi pelaksanaan, 5) diskusi antar manajer dan bawahan.
2) metode kuantitaatif
metode yagn cenderung menggunakan data
khusus dan metode kuantitatif untuk mengukur memeriksa kuantitas dan kualitas
keluaran. Metode-metode kuantitatif meliputi: 1) anggaran, 2) audit, 3) analisa
break even yaitu peralatan yagn digunakanuntuk menjelaskan hubunganbiaya volume
dan laba, 4) analisa rasio, 5) bagan dan tekhnik yang berhubungan dengan waktu
dan pelaksanaan kegiatan.
c. manajemen berdasarkan sasaran (MBO)
Penerapan MBOadalah untuk mencapai
efesiensi operasi seluruh organisasi melalui
operasi yagn efesien dan integrasi bagian bagianya.
Unsure- unsur MBO:
a. komitmen
pada program
b.penetapan manajemen puncak
c. tujuan-tujuan
perseorangan
d.
partisipasi
e. otonomi
dalam mplementasi rencana
f. peninjauankembali
prestasi
kelebihan MBO:
a.memungkinkan
individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka
b.membantu dalam perencanaan dengan membuat para
manajer menetapkan tujuan dan sasaran
c.memperbaiki komunikasi antar manajer dsan bawahan
d.membuat individu lebih memusatkan perhatianya pada
tujuan organisasi
e.membuat proses evaluasi lebuh dapat disamakan
melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu.
Masalah pokok yang harus dikendalikan agar
program MBO sukses:
a.gaya dan
dukungan manajemen
b.penyusutan dan
perubahan
c.deskripsi
jabatan
d.penetapan dan
pengkoordinasian tujuan
Tahap pokok yang diperlukan manajer yang
terlibat dalam program:
a.mendidikk dan
melatih manajer
b.merumuskan
tujuan secara jelas
c.menunjukan
komitmen manajemen puncak secara continue
d.membuat umpan
balik efektif
e.mendorong
partisipasi

