Selasa, 05 April 2011

Investasi Syariah

  INVESTASI
Dalam buku Investasi Syariah : Implementasi Konsep pada Kenyataan Empirik karangan Mochammad Nadjib, Esta Lestari dkk. Istilah investasi berasal dari bahasa inggris investment yang memiliki ‘menanam’. Dalam kamus istilah pasar modal, akuntansi, keuangan dan perbankan (1999), investasi diartikan sebagai penanaman modal atau uang dalam suatu perusahaan atau proyek yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Dan investasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan harta, dan merupakan suatu komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat sekarang ini dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang.
Kecenderungan yang terjadi akhir-akhir ini adalah berkembangnya suatu bentuk investasi yang dikenal dengan sebutan SRI (Socially Responsible Investment). Umumnya SRI berkaitan dengan investasi saham diperusahaan. Kalau secara tradisional fund manager akan memilih saham-saham murni berdasarkan kinerja keuangan perusahaan. Maka akhir-akhir ini mereka mulai memasukkan pertimbangan lingkungan dan sosial dalam putusan-putusan investasinya. Perkembangan pesat dari SRI, menimbulkan pertanyaan mengapa SRI ini memiliki peluang besar? Jawabannya karena mengurangi biaya, menghindari risiko yang buruk, inovator, waktu dan keterlibatan.
Kegiatan investasi di Indonesia tercatat dalam dua bentuk yaitu rencana investasi dan realisasi investasi. Data rencana investasi adalah data persetujuan atas dana investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, yang akan direalisasikan oleh perusahaan dalam kurun waktu 1-3 tahun setelah penerbitan persetujuan sedangkan data realisasi investasi adalah data kegiatan investasi yang direalisasikan oleh perusahaan dalam bentuk kegiatan nyata yang sudah menghasilkan barang atau jasa dan perusahaan sudah memperoleh izin usaha tetap dari pemerintah. Dan juga banyak indikator yang mempengaruhi pertumbuhan investasi di Indonesia, mulai dari masalah keamanan, regulasi dan kepastian hukum, kondisi infrastruktur hingga iklim politik. Hasil survey JETRO menunjukkan faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan investasi disejumlah Negara di Asia, untuk Indonesia sendiri faktor yang paling besar adalah upah buruh yang makin mahal disusul dengan sistem perpajakan yang sulit dan rumit. Pelaksanaan otonomi daerah juga ternyata  menimbulkan permasalahan dalam investasi karena adanya peningkatan biaya dalam melakukan bisnis.
Pada umumnya investasi dapat dikategorikan kedalam dua hal, yaitu investasi langsung dan investasi portofolio. Perbedaan dari kedua jenis investasi ini hanya pada proses transaksinya. Dalam investasi langsung, investor dapat secara langsung menanamkan modalnya kedalam bentuk proyek-peroyek yang diminati sedangkan investasi portofolio, investor hanya menanamkan modalnya pada lembaga-lembaga investasi dan investor akan memperoleh bukti investasi berupa sertifikat, saham maupun bentuk-bentuk diversifikasi lainnya.
Dan dalam buku Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio karangan Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. Harapan keuntungan dimasa yang akan datang tersebut merupakan konpensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan investasi yang dilakukan. Dalam konteks investasi, harapan keuntungan tersebut sering juga disebut sebagai return. Disamping return, dalam investasi juga dikenal risiko. Risiko investasi bias diartikan sebagai kemungkinan terjadinya perbedaan antara return aktual dengan return yang diharapkan. Risiko maupun return bagaikan dua sisi mata uang yang selalu berdampingan, artinya dalam investasi disamping menghitung return yang diharapkan, investor juga harus memperhatikan risiko yang harus ditanggungnya. Oleh karena itu, investor harus pandai-pandai mencari alternatif investasi yang menawarkan tingkat return diharapkan yang paling tinggi dengan tingkat risiko tertentu.
Pada dasarnya, tujuan orang melakukan investasi adalah untuk menghasilkan sejumlah uang. Semua orang mungkin setuju dengan pernyataan tersebut tapi pernyataan tersebut nampaknya terlalu sederhana, sehinngga perlu mencari jawaban yang tepat tentang tujuan orang berinvestasi. Tujuan investasi yang lebih luas adalah untuk meningkatkan kesejahteraan investor, kesejahteraan dalam hal ini adalah kesejahteraan moneter, yang bisa diukur dengan perjumlahan pendapatan saat ini ditambah nilai saat ini pendapatan masa datang. Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi, yang merupakan proses keputusan yang berkesinambungan. Dan tahap-tahap keputusan investasi yaitu penentuan tujuan investasi, penentuan kebijakan investasi, pemilihan strategi portofolio, pemilihan asset, dan pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio.
Perkembangan dunia investasi tidak hanya ditunjukkan oleh semakin meningkatnya jumlah uang yang diinvestasikan ataupun oleh semakin banyaknya jumlah investor yang berinvestasi, tetapi juga ditunjukkan oleh semakim banyaknya alternatif-alternatif instrument investasi yang bisa dijadikan pilihan investor dalam berinvestasi, selain berinvestasi dengan cara memiliki langsung sekuritas yang diperdagangkan dipasar, investor juga dapat berinvestasi dengan cara membeli derivasi/atau turunan dari sekuritas tersebut. Sekuritas yang secara keseluruhan maupun sebagian nilainya merupakan turunan dari sekuritas lain, disebut dengan sekuritas derivatif.
Salah satu sekuritas derivatif yang telah banyak dikenal dan diperdagangkan oleh masyarakat adalah opsi. Opsi merupakan perjanjian/kontrak antara penjual opsi (seller atau writer) dengan pembeli opsi (buyer), dimana penjual opsi menjamin adanya hak (bukan suatu kewajiban)  dari pembeli opsi, untuk membeli atau menjual saham tertentu pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Opsi diterbitkan oleh investor untuk dijual kepada investor lainnya, sehingga perusahaan yang merupakan emiten dari saham yang dijadikan patokan tersebut tidak mempunyai kepentingan dalam transaksiopsi tersebut. Emiten saham bersangkutan tidak bertanggung jawab terhadap pembuatan, penghentian atau pelaksanaan kontrak opsi.
Analisis, dari kedua buku tersebut investasi mempunyai arti sebagai penanaman modal yang dilakukan pada saat ini untuk memperoleh hasil/keuntungan dimasa yang akan datang. Dalam berinvestasi tidak lepas dari risiko maka dari itu harus pandai-pandai mencari alternatif yang menawarkan risiko rendah. Dengan dikategorikannya investasi menjadi dua hal yaitu investasi langsung dan investasi portofolio, bagi investor yang masih awam tentang cara-cara berinvestasi atau kurang pandai berspekulasi bisa berinvestasi di investasi portofolio dengan hanya menanamkan modalnya pada lembaga-lembaga investasi dan investor akan memdapatkan bukti berupa sertifikat, saham dll.